Pramoedya.id: Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Barito Selatan turun tangan membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat menyusul pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (27/10/2026).
Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini menyasar para pengguna jalan, mulai dari pejalan kaki, pedagang pasar, hingga pengendara kendaraan bermotor yang tetap harus beraktivitas di tengah kepungan asap.
Pembagian masker tersebut dipusatkan di tiga titik strategis keramaian, yakni Bundaran HI Buntok, Pasar Subuh Buntok, serta kawasan Sababilah di depan Kantor Satpol PP.
Ketua ORARI Lokal Barito Selatan, H. Samsul Bari (YC7ODB), menjelaskan bahwa pembagian 3.300 lembar masker ini merupakan respons cepat atas menurunnya kualitas udara di wilayah tersebut akibat karhutla.
“Pagi ini kami membagikan 3.300 pcs masker gratis kepada masyarakat. Ini adalah wujud kepedulian ORARI Lokal Barsel melihat kualitas udara di Buntok kurang baik akibat karhutla. Kami ingin warga tetap terlindungi saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Samsul melalui pernyataan persnya.
Distribusi masker ini turut didukung oleh berbagai pihak di internal organisasi. Ketua ORDA Kalimantan Tengah, Radha Kustiadi (YB7RDH), menyalurkan bantuan sebanyak 64 bungkus masker, serta sumbangan mandiri sebanyak 100 masker dari anggota ORARI Lokal Barsel, Edy Suharto (YD7PIQ).
Penasehat ORARI Lokal Barsel, Ade Soebara Noor (YB7OPN), mengapresiasi solidnya solidaritas para anggota dalam merespons darurat asap ini.
Menurutnya, peran ORARI sebagai mitra strategis pemerintah tidak hanya terbatas pada penyediaan jaringan komunikasi darurat saat kebencanaan, tetapi juga mencakup aksi nyata bagi kesehatan publik.
“ORARI adalah mitra pemerintah dalam kebencanaan. Selain membantu komunikasi saat karhutla, kami juga harus peduli kesehatan warga. Masker ini kecil nilainya, tetapi besar manfaatnya di tengah asap seperti sekarang,” kata Ade.
Di tengah memburuknya jarak pandang dan kualitas udara, Ade mengimbau masyarakat khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, serta wajib mengenakan masker standar apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.
“Kurangi aktivitas di luar ruangan dan jika terpaksa keluar jangan lupa kenakan masker,” tutupnya mengihimbau. (Jul)







