Pramoedya.id: Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan tidak terhormat terhadap anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Prayitno. Anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 tersebut diduga melakukan tindakan kekerasan berupa pemukulan terhadap warga.
Peristiwa pemukulan tersebut menyasar kru musik organ tunggal dan warga yang berada di atas panggung, di antaranya Wendi Firnando dan Jevi Andrian. Insiden tidak terpuji itu diduga dipicu oleh emosi Prayitno lantaran merasa tidak kunjung dipanggil atau kurang dihargai saat hendak bernyanyi di atas panggung.
Meski kasus tersebut kabarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan—yang ditandai dengan penandatanganan dokumen kesepakatan damai tanpa paksaan serta aksi saling memaafkan kedua belah pihak.
FORMMASI menilai hal itu tidak menghapuskan tindakan pidana maupun pelanggaran etik yang telah terjadi.
Ketua Umum FORMMASI, Sapriyansah (yang akrab disapa Sah), menegaskan bahwa penyelesaian damai di tingkat lokal tidak menutup mata atas aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh seorang pejabat publik.
“Penyelesaian secara kekeluargaan tidak menghilangkan kenyataan bahwa Saudara Prayitno telah melakukan pemukulan terhadap wong cilik di muka umum secara sadar dan sengaja,” ujar Sapriyansah dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Sapriyansah menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan oleh kader partai yang selama ini mengusung jargon partai wong cilik tersebut. Menurutnya, pembiaran terhadap aksi kekerasan oleh pejabat publik akan membawa dampak negatif dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif maupun partai politik.
Atas dasar itu, FORMMASI mendesak DPP PDI Perjuangan untuk mengambil tindakan konkrit dan menjatuhkan sanksi pemecatan secara tidak terhormat atas dugaan pelanggaran etik berat.
FORMMASI juga menyampaikan ancaman akan menggelar aksi massa di ibu kota jika laporan dan desakan mereka diabaikan oleh pengurus pusat partai berlogo banteng moncong putih tersebut.
“Apabila DPP PDI Perjuangan tidak mengambil tindakan konkret dan tegas, kami akan memobilisasi pemuda dan mahasiswa Lampung di Jakarta untuk mengepung kantor DPP PDI Perjuangan,” pungkas Sah.(*)







