Siasat “Ekoteologi” UIN Raden Intan di Raker 2026

- Editor

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) mulai membidik peran yang lebih luas dalam isu global, mulai dari krisis energi hingga kemandirian finansial berbasis umat. Dalam pembukaan Rapat Kerja Pemantapan Program Kerja dan Anggaran 2026 di Lamban Raden Intan, Jumat, 17 April 2026, Rektor Wan Jamaluddin meluncurkan sejumlah rekomendasi strategis yang disebutnya sebagai respons terhadap arah baru Kementerian Agama.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah konsep “Ekoteologi”. Menanggapi target nasional Indonesia tanpa sampah pada 2029, Wan Jamaluddin mendorong kampus untuk memelopori kebijakan waste to energy atau pengolahan sampah menjadi sumber energi. UIN RIL yang menyandang status the greenest campus dinilai punya modal kuat melalui riset di program studi Kimia, Biologi, dan Fisika.

“Limbah jangan hanya dibuang, tapi didorong hingga memiliki nilai ekonomi. Ini bukan hanya untuk internal, tapi harus didiseminasikan ke masyarakat melalui peran mahasiswa dan LP2M,” tegas Wan Jamaluddin. Langkah ini, menurutnya, merupakan pengejawantahan dari kebijakan Presiden yang mulai menitikberatkan pada daur ulang sampah sebagai solusi krisis energi.

Tak hanya urusan lingkungan, Rektor juga menyoroti “otot” finansial kampus melalui penguatan dana abadi berbasis wakaf produktif. Ia berkaca pada keberhasilan UIN Purwokerto yang mampu menghimpun dana hingga Rp27 miliar dalam tiga tahun hanya lewat gerakan wakaf tunai sederhana.

Bagi Wan Jamaluddin, sudah saatnya perguruan tinggi Islam negeri bertransformasi menjadi nazir yang profesional. Ia menantang jajarannya untuk membentuk Pusat Layanan Wakaf sebagai wadah pengelolaan dana umat secara akuntabel. “Ini peluang sekaligus tantangan kelembagaan, karena kita masih kekurangan tenaga profesional di bidang amil dan nazir,” tambahnya.

Di sisi akademik, Wan Jamaluddin mewanti-wanti agar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) tidak abai terhadap dinamika kebijakan pendidikan nasional, seperti rencana Sekolah Terpadu dan Sekolah Garuda. Ia juga melihat celah besar pada kurangnya tenaga profesional di bidang pengelolaan haji dan umrah, yang bisa menjadi peluang pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Seluruh poin strategis ini sengaja “dilempar” ke meja Raker 2026 sebagai bahan konsolidasi sebelum kebijakan final ditetapkan. Targetnya jelas: mempertahankan akreditasi unggul sembari mengejar pengakuan internasional dalam dua tahun ke depan.

“Kalau tidak dirumuskan sejak sekarang, kita akan tertinggal,” ujar Wan Jamaluddin, mengingatkan agar jajarannya tidak terlena dengan capaian masa lalu di tengah persaingan global yang kian sengit. (*)

 

Berita Terkait

20 Mahasiswa Terpilih Jadi Finalis Duta Kampus UIN Raden Intan Lampung 2026  
UIN Raden Intan Lampung Gelar Workshop Penulisan Proposal Riset
Gelombang Protes Menguat, Massa Aksi Desak DPR Usut Dugaan “Pabrik Skripsi” di An Nur Lampung
UIN Raden Intan Lampung dan Pegadaian Jajaki Kerja Sama Literasi Keuangan  
UIN Raden Intan Lampung Bekali Mahasiswa Kemampuan Wirausaha
SMA Fransiskus Balam Deklarasikan Sekolah Ramah Anak
Dugaan “Pabrik Skripsi” An Nur Lampung, Dana Rp10,6 M Mengalir ke Rekening Pejabat
Jihan Ajak Kader IMM Metro Ubah Ilmu Jadi Inovasi di Tengah Arus Informasi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

 Siasat “Ekoteologi” UIN Raden Intan di Raker 2026

Jumat, 17 April 2026 - 21:33 WIB

UIN Raden Intan Lampung Gelar Workshop Penulisan Proposal Riset

Jumat, 17 April 2026 - 11:54 WIB

Gelombang Protes Menguat, Massa Aksi Desak DPR Usut Dugaan “Pabrik Skripsi” di An Nur Lampung

Kamis, 16 April 2026 - 20:21 WIB

UIN Raden Intan Lampung dan Pegadaian Jajaki Kerja Sama Literasi Keuangan  

Kamis, 16 April 2026 - 20:16 WIB

UIN Raden Intan Lampung Bekali Mahasiswa Kemampuan Wirausaha

Berita Terbaru

Pendidikan

 Siasat “Ekoteologi” UIN Raden Intan di Raker 2026

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:03 WIB

Lampung

Siasat Air Cucian Beras Melawan Kelangkaan Pupuk di Lampung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 11:44 WIB

Bandarlampung

Buntut Banjir Berdarah, DEMA FDIK Ancam Gerakan Pemakzulan Eva

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:54 WIB

Bandarlampung

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Balam Gelar Jumat Bersih Massal

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:37 WIB