Dulu Tukang Nyontek, Marindo Kini Sabet Penghargaan Digital

- Editor

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan.

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan.

Pramoedya.id: Siapa nyana, anak laki-laki yang dulu kalau ujian sekolah tinggal menempel ke meja kawan, menyalin jawaban mentah-mentah tanpa beban, kini justru memegang kunci brankas dan tongkat komando birokrasi se-Provinsi Lampung.

Maka, ketika kabar Dr. Marindo Kurniawan dilantik jadi Sekretaris Daerah (Sekda) termuda dan kerap memborong penghargaan, teranyar Kategori Orchestration Leadership dalam ajang Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLG Awards) 2026, reaksi kawan-kawan seangkatannya di SMA 2 Bandar Lampung mendadak pecah jadi dua kubu.

Kubu pertama adalah mereka yang melotot tak percaya: “Bentar, ini Marindo yang dulu kalau ujian cuma modal nempel leher alias nyontek ke meja orang, kan? Kok bisa-bisanya sekarang jadi Sekda, bahkan panen penghargaan?”

Sementara kubu kedua cuma tersenyum tipis, lalu membalas santai: “Ya bisalah. Dari SMA aja dia sudah jago mengamankan keadaan. Memang terkenal supel dan gaul, kan?”

Dua reaksi itu tidak salah. Di Smanda era 90-an, Marindo remaja memang bukan tipe murid yang mengurung diri di bawah lampu belajar demi mengejar peringkat pertama.
Ia anak berkecukupan yang pergaulannya luar biasa cair.

Mau masuk ke barisan anak-anak ambisius di meja depan, atau melebur dengan kawan-kawan paling perusuh di barisan paling belakang, ia selalu disambut hangat.

Tapi, momen paling legendaris tentu saja sewaktu bel ujian berbunyi.
Di saat kawan-kawannya babak belur memeras otak menaklukkan soal, Marindo punya jurus yang sangat real dan tanpa rasa tedeng aling-aling geser kursi, menempel ke meja sebelah, lalu salin jawaban sampai tuntas.

Uniknya, tidak pernah ada kawan yang merasa dirugikan atau menaruh dendam. Marindo punya karisma dan keluwesan sosial yang sanggup membuat orang rela menyerahkan lembar jawabannya begitu saja.

Menahun kemudian, siapa yang menyangka bahwa keluwesan merangkul orang di ruang kelas itu justru bertransformasi jadi modal sosial paling mematikan di dunia birokrasi.

Setamat dari Teknik Sipil Unila, garis takdir membanting setir kariernya ke lorong-lorong keuangan daerah. Dari Bapenda Tulang Bawang hingga merangsek naik ke kursi Kepala BPKAD Provinsi Lampung, ia merayap naik tanpa henti hingga menjadi Sekdaprov termuda.

Di sinilah titik yang bikin merinding. Mengelola APBD tentu bukan ruang ujian SMA yang bisa diselesaikan dengan melirik lembar jawaban orang lain. Anggaran negara menuntut presisi mutlak.

Sadar bahwa modal gaul saja tidak cukup untuk mengurus daerah, Marindo membayar tuntas masa remajanya secara ekstrem, ia menembus studi Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Lampung, lalu keluar sebagai Lulusan Terbaik tingkat Universitas.

Anak yang dulu tinggal menyalin lembar jawaban kawan, pada akhirnya berdiri tegak sebagai doktor terbaik atas keringatnya sendiri.

Sampai pada suatu malam, riwayat masa lalu itu mendadak bergema di sebuah meja belajar kawan lamanya.

Malam semakin larut, tapi suasana kamar anak terasa tegang luar biasa. Sang ibu, kawan seangkatannya yang dulu di kelas langganan jadi “korban penempelan” saat ujian, sedang menggembleng anaknya mati-matian.

Dengan nada tinggi dan wajah tanpa kompromi, ia menekan sang anak untuk terus menghafal rumus demi nilai sempurna.

Sang anak mulai kewalahan, napasnya berat menanggung tekanan yang terlampau keras.

Melihat pemandangan yang makin panas itu, sang suami yang sejak tadi memperhatikan dari balik pintu akhirnya nimbrung dan berbisik santai:

“Udah lah, Ma… Jangan keras-keras amat sama anak. Dulu Marindo yang tiap ujian tinggal menempel nyontek ke kamu aja, sekarang bisa jadi Sekda…”

Suasana tegang itu mendadak hening seketika. Sang istri tertegun. Kata-kata suaminya mendarat telak, memanggil kembali bayangan wajah Marindo belasan tahun lalu yang tanpa beban menempel di sudut mejanya demi menyalin jawaban.

Tatapannya yang tadinya galak perlahan mencair. Sebuah seringai tipis terukir di sudut bibirnya, diselingi bisikan pelan dalam hati:

“Oalah… iya juga yaaa…”

Catatan: Penggalan cerita semasa SMA Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, penulis dapatkan dari kawan seangkatannya. Terlepas dari nostalgia jenaka masa lalu itu, selamat atas raihan sebagai Peringkat Kedua Sekretaris Daerah Kategori Orchestration Leadership dalam ajang Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLG Awards) 2026. (*)

Berita Terkait

Kalau Tidak Kuat, Kita Turun Saja
Semangkuk Ketenangan untuk Jiwa Raga yang Kebingungan
Lampung Digerakkan dengan Logika Insinyur
Sunyi Kopertais di Tengah Riuh An-Nur
APBD Survival dan Hibah Rp35 Miliar: Menguji Arah Fiskal Lampung
UIN Raden Intan Lampung Resmi Buka Program Doktor Pendidikan Agama Islam
MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan
Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dulu Tukang Nyontek, Marindo Kini Sabet Penghargaan Digital

Senin, 28 September 2026 - 22:09 WIB

Kalau Tidak Kuat, Kita Turun Saja

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Semangkuk Ketenangan untuk Jiwa Raga yang Kebingungan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Lampung Digerakkan dengan Logika Insinyur

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:56 WIB

Sunyi Kopertais di Tengah Riuh An-Nur

Berita Terbaru

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan.

Perspektif

Dulu Tukang Nyontek, Marindo Kini Sabet Penghargaan Digital

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:54 WIB

Bandarlampung

Dugaan Korupsi Konsumsi dan Perjadin DPRD Balam Dilaporkan ke KPK

Senin, 12 Okt 2026 - 16:56 WIB