Pramoedya.id: Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM), Lukman Pura, menegaskan komitmennya untuk membenahi mutu pelayanan medis sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Lukman saat memimpin apel Senin perdana bersama jajaran pegawai RSUDAM di Bandar Lampung, Senin (12/10/2026). Langkah ini menjadi respons cepat usai pihak manajemen mendapat sorotan terkait etika dan kecepatan layanan.
“Pembenahan tidak cukup hanya dilakukan pada sistem dan manajemen, tetapi juga harus dibarengi penguatan solidaritas pegawai serta peningkatan mutu pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Lukman Pura.
Guna menyuntik semangat para tenaga kesehatan, Lukman merombak tata kelola tim remunerasi agar lebih transparan dan adil. Ia memastikan hak remunerasi para pegawai dijadwalkan cair pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Selain masalah kesejahteraan pegawai, RSUDAM mempercepat integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) antarunit demi memangkas birokrasi penanganan pasien. Pembenahan teknis juga menyasar Instalasi Jaminan Kesehatan—khususnya ketepatan grouping dan coding klaim BPJS, serta penataan ulang distribusi obat di seluruh depo farmasi.
“Kekompakan dan semangat kerja seluruh tenaga kesehatan perlu dijaga agar lingkungan kerja kondusif dan pelayanan kepada pasien berjalan optimal,” ujar Lukman.
Selain tata kelola internal, perbaikan fisik dan alur pelayanan menjadi prioritas utama pemulihan citra rumah sakit. Lukman menginstruksikan perbaikan infrastruktur secara kasat mata, mulai dari gerbang masuk, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga ruang rawat jalan dan rawat inap.
Ia menilai fasilitas awal tersebut menentukan persepsi dan kenyamanan warga saat mengakses layanan kesehatan pemerintah.
“Pembenahan diarahkan pada kejelasan alur layanan, kemudahan akses informasi, serta pengalaman pasien yang lebih baik sejak pertama kali datang. Kita bersatu untuk menghadirkan perubahan nyata,” tegasnya. (*)







