Warga Rajabasa Tanam Pohon di Tengah Ruas Jalan

- Editor

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Kerusakan parah di ruas Jalan H. Komarudin, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung memicu kekesalan mendalam bagi warga dan pengguna jalan. Kondisi jalan yang hancur tersebut diduga kuat merupakan dampak dari proyek pembongkaran pipa oleh pihak PDAM Rajabasa yang hingga kini dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan layak.

Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengendara, warga sekitar terpaksa memasang tiang kayu penanda hingga menanam pohon di bekas lubang galian tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (19/5/2026), permukaan jalan tampak rusak parah, tidak rata, dan dipenuhi lubang-lubang yang membentuk genangan air keruh. Bekas galian jalan pascapemasangan saluran air bersih tersebut terlihat hanya ditimbun tanah secara seadanya tanpa ada pengerasan kembali menggunakan aspal ataupun beton. Akibatnya, tiang kayu dan batang pohon sederhana kini berdiri di tengah ruas jalan agar kendaraan yang melintas tidak terperosok ke lubang yang membahayakan keselamatan.

Martin, salah satu warga yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut, mengaku sangat kecewa dengan lambatnya penanganan dari pihak terkait. Ia menyebut kerusakan ini sudah berlangsung terlalu lama sejak proyek saluran air PDAM Rajabasa selesai dikerjakan.

“Seharusnya setelah dibongkar dan selesai pekerjaan, jalan diperbaiki kembali dengan baik, jangan dibiarkan rusak begini terus. Karena sudah terlalu lama dibiarkan, warga pun kesal dan terpaksa pasang kayu sampai tanam pohon supaya pengendara tidak celaka. Belum lagi sering terjadi kemacetan, apalagi jam sibuk,” ujar Martin.

Dampak buruk dari pembiaran fasilitas publik ini juga dikeluhkan oleh Apriyanto, warga sekitar lokasi. Ia mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk tidak tinggal diam melihat kelalaian yang merugikan masyarakat luas ini. Warga berharap Walikota Eva Dwiana bisa turun tangan langsung memberikan sanksi atau teguran.

“Kami sangat kecewa. Jalan dibongkar untuk pemasangan saluran milik PDAM, tapi setelah selesai dibiarkan rusak begini saja. Kami berharap Ibu Walikota Eva Dwiana segera menegur keras pihak PDAM Rajabasa agar segera bertanggung jawab memperbaiki jalan kembali seperti semula. Ini demi keselamatan semua warga yang melintas,” tegas Apriyanto.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan tanah bekas galian dan tanaman protes dari warga masih menghiasi Jalan H. Komarudin, menjadi pemandangan sehari-hari yang mengancam keselamatan para pengendara, terutama saat malam hari atau ketika hujan deras melanda. (Rilis)

 

Berita Terkait

Dugaan Solar Subsidi “Raib” di SPBU Sukadanaham, Pemilik Bantah Ada Pelangsiran
Eva Dwiana Sentil Bangunan Penghambat Sungai
Buntut Banjir Berdarah, DEMA FDIK Ancam Gerakan Pemakzulan Eva
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Balam Gelar Jumat Bersih Massal
Proyek Gerobak Jilid Dua Dinas Koperasi Balam: Anggaran Naik, Keterbukaan Turun
Anggota DPRD Lampung Terseret Kasus Tambang Emas Ilegal, Bungkam Saat Dikonfirmasi
Jalankan Arahan Wali Kota, Camat dan Lurah Balam Aktifkan Gerakan Bersih Selokan
Peminat PTKIN Melonjak, SPAN-PTKIN 2026 Tembus 143 Ribu Pendaftar

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:44 WIB

Warga Rajabasa Tanam Pohon di Tengah Ruas Jalan

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:33 WIB

Dugaan Solar Subsidi “Raib” di SPBU Sukadanaham, Pemilik Bantah Ada Pelangsiran

Selasa, 28 April 2026 - 19:05 WIB

Eva Dwiana Sentil Bangunan Penghambat Sungai

Jumat, 17 April 2026 - 22:54 WIB

Buntut Banjir Berdarah, DEMA FDIK Ancam Gerakan Pemakzulan Eva

Jumat, 17 April 2026 - 22:37 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Balam Gelar Jumat Bersih Massal

Berita Terbaru

Bandarlampung

Warga Rajabasa Tanam Pohon di Tengah Ruas Jalan

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:44 WIB

AJI Bandar Lampung ketika melakukan aksi

Lampung

AJI Bandar Lampung Kecam Pembungkaman Pers di Misi Gaza

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:40 WIB

Iustrasi

Perspektif

Mengurai Kata Prabowo soal “Orang Desa Tidak Pakai Dolar”

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:50 WIB