Hadapi Krisis Iklim, Ratusan Kader PMII Se-Lampung Tanam 5.000 Bibit Mangrove 

- Editor

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Lebih dari 200 kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari delapan cabang se-Provinsi Lampung turun ke pesisir Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Kehadiran ratusan aktivis mahasiswa ini bukan untuk menggelar demonstrasi, melainkan melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan bertajuk “Shodaqoh Oksigen: Tanam Mangrove untuk Kehidupan”.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Lampung ini dilatarbelakangi oleh kondisi pesisir Desa Pematang Pasir yang mengalami abrasi dan degradasi ekosistem mangrove yang cukup parah dalam lima tahun terakhir.

Dampak hilangnya tutupan hijau tersebut mulai dirasakan langsung oleh warga, mulai dari meluasnya intrusi air laut, berkurangnya hasil tangkapan nelayan, hingga ancaman gelombang pasang terhadap permukiman.

Ketua PKC PMII Lampung M. Yusuf Kurniawan menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kritik konstruktif terhadap krisis iklim global yang dampaknya sudah nyata di depan mata.

Menurutnya, persoalan ekologi tidak akan selesai jika hanya diperdebatkan di ruang seminar atau tataran wacana.

“Kader PMII harus hadir di ruang-ruang persoalan rakyat. Krisis iklim adalah persoalan nyata di pesisir Lampung Selatan, maka kami jawab dengan aksi nyata di lapangan. Ini amanah organisasi dan amanah agama,” ujar Yusuf di sela-sela penanaman, Minggu (17/5/2026).

Gerakan menanam 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan Avicennia di atas lahan seluas kurang lebih dua hektar ini dibangun dengan kerangka nilai keagamaan dan kebangsaan, yakni Habluminannas (hubungan sesama manusia), Habluminalalam (hubungan dengan alam), dan Habluminallah (hubungan dengan Tuhan).

Melalui konsep shodaqoh oksigen, merawat alam dipandang sebagai ibadah sosial yang manfaatnya akan terus mengalir bagi generasi mendatang.

Berdasarkan data teknis Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, potensi penyerapan karbon dari 5.000 pohon mangrove ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 55 hingga 60 ton karbon dioksida per tahun setelah memasuki usia pertumbuhan 5 sampai 7 tahun.

Selain menyerap polusi, akar mangrove juga akan menjadi benteng alami penahan abrasi serta memulihkan habitat biota laut demi mendongkrak ekonomi nelayan setempat.

Aksi ini juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor. PMII mengandeng jajaran alumni, Pemerintah Desa Pematang Pasir, kelompok nelayan, ibu-ibu pesisir, hingga Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung yang memberikan pendampingan teknis serta penyediaan bibit.

Ketua Pelaksana Kegiatan M. Munif Jazuli menyatakan, seluruh elemen sengaja dilibatkan sejak awal agar proyek lingkungan ini tidak terjebak pada seremoni musiman yang setelahnya ditinggalkan begitu saja.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada seremoni. Sejak awal kami libatkan desa dan dinas agar ada tanggung jawab bersama dalam perawatan pasca tanam. Ini kerja kader, alumni, pemerintah, dan warga. Tanpa itu, 5.000 bibit ini tidak akan bertahan,” kata Munif.

Untuk menjamin keberlanjutan program, PKC PMII Lampung bersama pemdes dan dinas terkait telah menyepakati tiga langkah konkret pascaaksi.

Langkah tersebut meliputi pemantauan berkala pertumbuhan bibit selama satu tahun ke depan, pembentukan Kelompok Kader Peduli Lingkungan di tingkat desa, hingga program edukasi lingkungan bagi siswa sekolah dasar dan menengah di wilayah pesisir Lampung Selatan. (*)

Berita Terkait

Harlah, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan
Tegur Tetangga Bising, Keluarga Pengurus PWI Lampung Diancam Dibunuh
Soal TBC, Pemprov Lampung Sentil Pemkab Tanggamus
Sufhie Rahmadi Resmi Pimpin PMII Way Kanan
Dugaan Intervensi dan ‘Jatah’ Warnai Program Umrah Pemkot
Setelah Warganet, Giliran Pengamat “Komen” Umroh Pemkot
Satelit Lampung-1 Meluncur di Shandong, Pemprov Klaim Nir-APBD
UTB Lampung dan Pemkab Pesibar Sepakati Kerjasama Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Harlah, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Tegur Tetangga Bising, Keluarga Pengurus PWI Lampung Diancam Dibunuh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Soal TBC, Pemprov Lampung Sentil Pemkab Tanggamus

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Sufhie Rahmadi Resmi Pimpin PMII Way Kanan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Dugaan Intervensi dan ‘Jatah’ Warnai Program Umrah Pemkot

Berita Terbaru

Lampung

Harlah, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:33 WIB

Lampung

Soal TBC, Pemprov Lampung Sentil Pemkab Tanggamus

Kamis, 6 Agu 2026 - 16:27 WIB

Lampung

Sufhie Rahmadi Resmi Pimpin PMII Way Kanan

Kamis, 6 Agu 2026 - 16:03 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Dugaan Intervensi dan ‘Jatah’ Warnai Program Umrah Pemkot

Kamis, 6 Agu 2026 - 13:53 WIB