Buntut Banjir Berdarah, DEMA FDIK Ancam Gerakan Pemakzulan Eva

- Editor

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Amarah mahasiswa atas rentetan banjir yang merendam Kota Bandar Lampung mencapai puncaknya. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung kini tidak hanya menuntut perbaikan drainase, melainkan secara terbuka mulai menyuarakan ancaman pemakzulan terhadap Wali Kota Eva Dwiana.

Langkah ekstrem ini diambil menyusul banjir pada Selasa malam (14/4/2026) yang memakan korban luka permanen.

Ketua DEMA FDIK, Muhammad Iman, yang akrab disapa Boim, menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada langkah revolusioner dalam tata kelola air dan pembenahan tata ruang, maka mosi tidak percaya akan digulirkan secara masif.

“Kami tidak lagi bicara soal usulan teknis, itu sudah basi. Kami bicara soal tanggung jawab moral dan konstitusional. Jika Walikota tidak mampu melindungi nyawa dan jari rakyatnya yang putus diterjang banjir, maka beliau sudah tidak layak memimpin. Kami akan konsolidasi untuk mendesak pemakzulan,” tegas Boim dengan nada tinggi, Jumat (17/4/2026).

Boim menilai, anggaran daerah yang seharusnya difokuskan pada mitigasi banjir justru tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat di titik-titik rawan. Ia mencurigai adanya ketidakberesan dalam prioritas pembangunan yang lebih mengedepankan aspek kosmetik kota daripada keselamatan fundamental.

“Jangan manjakan mata kami dengan taman atau lampu kota kalau kaki kami masih terendam air bah setiap hujan turun. Pembiaran ini adalah kejahatan jabatan. Kami akan mengetuk pintu DPRD dan mengerahkan massa lebih besar untuk mempertanyakan mandat Walikota,” tambah Boim.

Saat ini, DEMA FDIK tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai aliansi mahasiswa lintas kampus di Lampung untuk menyatukan visi dalam aksi “Gugat Walikota”. Mereka mengancam akan melumpuhkan pusat pemerintahan kota jika tuntutan evaluasi total dan pencopotan pejabat OPD yang tidak becus tidak segera dipenuhi.

“Pilihannya hanya dua bagi Walikota. Bereskan banjir sekarang atau mundur karena tidak mampu. Kami tidak akan membiarkan rakyat Bandar Lampung tenggelam dalam kegagalan birokrasi ini,” tutup Boim.

Untuk diketahui, saban banjir merendam Kota Bandar Lampung, warga selalu dirugikan besar bahkan sampai menelan korban jiwa. (*)

 

Berita Terkait

Dugaan Intervensi dan ‘Jatah’ Warnai Program Umrah Pemkot
Setelah Warganet, Giliran Pengamat “Komen” Umroh Pemkot
Kata Warganet Soal Umroh Pemkot Bandar Lampung
Dibalik Program Umroh Bandar Lampung, Banyak Hal Dipertanyakan
Anggota DPRD Bandar Lampung Bungkam Usai Dilapor KPK
FORMMASI Laporkan Dugaan KKN dan Penyalahgunaan Wewenang Anggota DPRD Bandar Lampung ke KPK
Diduga Tak Berizin, Belasan Warung Remang-remang di Jalur Soekarno-Hatta Resahkan Warga
Bandar Lampung Expo 2026 Dibuka, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Dukung Kemajuan Kota

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Dugaan Intervensi dan ‘Jatah’ Warnai Program Umrah Pemkot

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Kata Warganet Soal Umroh Pemkot Bandar Lampung

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Dibalik Program Umroh Bandar Lampung, Banyak Hal Dipertanyakan

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:14 WIB

Anggota DPRD Bandar Lampung Bungkam Usai Dilapor KPK

Senin, 27 Juli 2026 - 19:59 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan KKN dan Penyalahgunaan Wewenang Anggota DPRD Bandar Lampung ke KPK

Berita Terbaru

Lampung

Harlah, PKB Lampung Tegaskan Komitmen Tebar Kebermanfaatan

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:33 WIB

Lampung

Soal TBC, Pemprov Lampung Sentil Pemkab Tanggamus

Kamis, 6 Agu 2026 - 16:27 WIB

Lampung

Sufhie Rahmadi Resmi Pimpin PMII Way Kanan

Kamis, 6 Agu 2026 - 16:03 WIB

Foto: Ilustrasi

Bandarlampung

Dugaan Intervensi dan ‘Jatah’ Warnai Program Umrah Pemkot

Kamis, 6 Agu 2026 - 13:53 WIB