Pramoedya.id: Pusat Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Intan Lampung menggelar workshop penulisan proposal bagi dosen pemula dan tenaga fungsional, Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Academic & Research Center ini diikuti oleh 60 peserta, termasuk tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Wakil Rektor III, Bambang Budi Wiranto, menyatakan bahwa workshop ini merupakan upaya institusi meningkatkan kompetensi akademisi dalam merumuskan masalah penelitian (research problem). Ia menekankan bahwa riset harus menjadi sarana integrasi keilmuan dan keislaman.
“Sebagai akademisi, kita harus memahami bahwa riset juga merupakan bentuk implementasi ibadah. Saya berharap hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi bisa dikomersialisasikan sehingga memberi nilai tambah,” ujar Bambang Budi Wiranto, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyebut LP2M sebagai ujung tombak penguatan riset guna mendukung visi internasionalisasi kampus pada 2035 dan meningkatkan peringkat universitas dalam QS World University Rankings (QSWUR).
Ketua LP2M, Ali Abdul Wakhid, menjelaskan kegiatan ini bertujuan menyelaraskan pemahaman peserta terhadap pedoman Litapdimas. Untuk itu, pihak kampus menghadirkan dua narasumber, yakni Adam Malik dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Siti Ummi Masruroh dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam pemaparannya, Adam Malik menekankan pentingnya kualitas riset agar mendapatkan sitasi yang tinggi dari peneliti lain. Menurutnya, publikasi yang menjadi rujukan menunjukkan kemanfaatan ilmu secara luas.
“Penelitian adalah proses ilmiah sistematis untuk memecahkan masalah. Proposal yang baik adalah dasar untuk menghasilkan publikasi berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri,” kata Adam Malik.
Sementara itu, Siti Ummi Masruroh berbagi pengalaman mengenai pengembangan kelompok riset melalui pengenalan Data & Software Engineering Research Group (DSERG) sebagai model kolaborasi riset yang terarah. (*)







