SMA Fransiskus Balam Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

- Editor

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Pemerintah Provinsi Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan aman dan inklusif melalui program Sekolah Ramah Anak (SRA). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara SMA Fransiskus Bandar Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kamis (16/4/2026).

Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Pinggungan Sebuai serta penyelenggaraan SRA. Dalam acara di Auditorium SMA Fransiskus ini, Dinas PPPA juga menyerahkan panduan apel tematik sebagai dukungan implementasi program di tingkat SMA/SMK.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa SRA merupakan langkah strategis untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak di sekolah.

“Sekolah Ramah Anak bukan sekadar program, tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan bahwa peran orang tua dan sinergi masyarakat sangat krusial karena pendidikan karakter tidak hanya terjadi di sekolah. Selain itu, ia mengajak peserta didik untuk aktif menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang positif.

“Anak-anak adalah aktor utama. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh bagaimana siswa mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Kepala SMA Fransiskus Bandar Lampung, Sr. M. Elfrida, memimpin langsung pembacaan deklarasi SRA yang diikuti oleh seluruh pendidik dan siswa. Sementara itu, Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, Sr. M. Editha, menyatakan bahwa konsep SRA di lingkungan Fransiskus berlandaskan pada pelayanan pendidikan yang penuh kasih.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap SMA Fransiskus dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain di Lampung dalam mendukung percepatan terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). (*)

 

Berita Terkait

UIN Raden Intan Lampung dan Pegadaian Jajaki Kerja Sama Literasi Keuangan  
UIN Raden Intan Lampung Bekali Mahasiswa Kemampuan Wirausaha
Dugaan “Pabrik Skripsi” An Nur Lampung, Dana Rp10,6 M Mengalir ke Rekening Pejabat
Jihan Ajak Kader IMM Metro Ubah Ilmu Jadi Inovasi di Tengah Arus Informasi
Kejar Target Internasionalisasi, Prodi Kimia UIN Raden Intan Jalani Akreditasi Perdana
Klinik UIN RIL Bimtek Mahasantri
UIN Lampung Terima 5.153 Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2026, Peminat Tembus 17 Ribu
SPAN-PTKIN 2026 Umumkan Hasil, UIN RIL Catat Ribuan Peminat dan 5.153 Lolos

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:21 WIB

UIN Raden Intan Lampung dan Pegadaian Jajaki Kerja Sama Literasi Keuangan  

Kamis, 16 April 2026 - 20:16 WIB

UIN Raden Intan Lampung Bekali Mahasiswa Kemampuan Wirausaha

Kamis, 16 April 2026 - 09:39 WIB

Dugaan “Pabrik Skripsi” An Nur Lampung, Dana Rp10,6 M Mengalir ke Rekening Pejabat

Selasa, 14 April 2026 - 15:24 WIB

Jihan Ajak Kader IMM Metro Ubah Ilmu Jadi Inovasi di Tengah Arus Informasi

Selasa, 14 April 2026 - 15:11 WIB

Kejar Target Internasionalisasi, Prodi Kimia UIN Raden Intan Jalani Akreditasi Perdana

Berita Terbaru

Lampung

Jalan IJD di Pesawaran Dikebut

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:45 WIB

Lampung

Aliansi Triga Lampung Siapkan Aksi Besar di Kejagung dan KPK

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:28 WIB

Pendidikan

UIN Raden Intan Lampung Bekali Mahasiswa Kemampuan Wirausaha

Kamis, 16 Apr 2026 - 20:16 WIB

Lampung

Lampung Matangkan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:55 WIB