Saat Orang Miskin Dipaksa Kaya dan Si Kaya Dipelihara Miskin Demi Suara

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Pramoedya.id: Di Lampung, kartu bansos bukan lagi instrumen jaring pelindung sosial, melainkan alat tukar politik yang kotor. Fakta dari juru kunci alias para pendamping mengungkap skenario gila. Ada target bulanan untuk mencoret warga miskin dari daftar bantuan, sementara pintu selebar-lebarnya dibuka bagi mereka yang punya pengaruh dan nilai suara.

Pemaksaan Status Kaya

Istilah kerennya adalah graduasi. Namun di lapangan, ini adalah eksekusi administratif yang brutal. Para pendamping PKH terjepit target. Jika tidak ada warga yang dicabut bantuannya, rapor kinerja mereka merah.

Hasilnya, warga miskin dipaksa kaya. Mereka yang rumahnya masih berdinding geribik dan makannya Senin-Kamis bisa tiba-tiba dicoret dari sistem dan dinyatakan mandiri hanya agar pendamping bisa menyetor angka ke koordinator. Di Lampung, angka kemiskinan turun bukan karena perut rakyat kenyang, tapi karena nama mereka dihapus paksa dari dokumen demi mempercantik statistik daerah di mata pusat.

Si Kaya Disulap Miskin dan Dipelihara

Di sisi lain, terjadi anomali yang menjengkelkan: si kaya dipaksa tetap miskin dalam data. Jangan kaget jika Anda menemukan rumah permanen berlantai keramik dengan kendaraan terparkir di teras, namun namanya abadi di daftar penerima bansos.

Mereka adalah kelompok miskin klaiman yang kebal coret. Mengapa? Karena mereka adalah basis massa sekaligus pion yang loyal atau punya kedekatan dengan elit lokal. Data BPS yang seringkali buta realita lapangan menjadi tameng sempurna. Sementara warga yang benar-benar butuh dibuang karena dianggap tidak dapat menjadi kaki tangan sang politisi kedepan, si kaya yang punya koneksi justru dipelihara sebagai tabungan suara untuk musim pemilihan.

Bansos sebagai Alat Sandera

Politisasi ini mencapai puncaknya saat musim kampanye. Bansos yang selama berbulan-bulan macet, mendadak hujan deras tepat saat wajah-wajah kandidat mulai terpampang di baliho. Bantuan yang dibayar pakai pajak rakyat ini disulap menjadi kemurahan hati personal.

Ini adalah strategi penyanderaan paling efektif, ancaman dicoret dari daftar menjadi hantu yang menakutkan bagi warga menjelang pencoblosan. Rakyat sengaja dijaga agar tetap bergantung pada sekarung beras, karena rakyat yang kenyang dan mandiri adalah ancaman bagi mereka yang ingin membeli suara dengan harga murah. Di Lampung, bansos bukan lagi soal keadilan, tapi soal bagaimana menjaga agar warga tetap miskin dan patuh di hadapan kekuasaan.

Komedi Statistik di Atas Penderitaan

Klaim penurunan angka kemiskinan di Lampung hanyalah sebuah komedi statistik. Negara tidak benar-benar peduli apakah rakyatnya sudah sejahtera. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana angka di layar komputer terlihat cantik, meskipun itu artinya harus membuang mereka yang paling lemah dan memelihara mereka yang paling menguntungkan secara politik. (*)

 

Berita Terkait

MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan
Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah
HIPMI dan Ilusi Pengusaha Mandiri
Prabowo dan Warisan yang Dibaca Terbalik
Ketika Ahli Serangga Jadi Hama MBG
Andi Warisno dan Semesta Multiverse Pendidikan Tinggi
Prabowo Memfitnah Ratusan Juta Rakyat Indonesia
Belum Lama ‘Tantrum’, Dinas PU Seret Nama Eva Dwiana ke Kejagung

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:34 WIB

MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:07 WIB

Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:51 WIB

HIPMI dan Ilusi Pengusaha Mandiri

Senin, 8 Juni 2026 - 13:32 WIB

Prabowo dan Warisan yang Dibaca Terbalik

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:35 WIB

Ketika Ahli Serangga Jadi Hama MBG

Berita Terbaru

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu, Rusdianto, ketika diwawancarai.

Pringsewu

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:17 WIB

Lampung

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:07 WIB

Lampung

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:57 WIB