Miliaran Uang Rakyat Habis Percuma di Pesawaran, Kalian Senang?

- Editor

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Pramoedya.id: Mahkamah Konstitusi (MK) memang sakti. Sekali ketok palu, langsung bikin satu kabupaten pusing tujuh keliling. Aries Sandi Darma Putra didiskualifikasi karena masalah ijazah, lalu MK perintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam waktu 90 hari. Masalah selesai? Oh, tentu tidak. Masalah baru justru dimulai: duitnya dari mana?

Karena begini, Bung, Pesawaran Itu Kabupaten baru, Bukan perusahaan tambang. Kalau ini di Kabupaten yang ada Provinsi DKI Jakarta, PSU bukan masalah. Tinggal colek Bapenda, anggaran triliunan ada. Tapi ini di Pesawaran, kabupaten yang masih berusaha keras agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya nggak cuma cukup buat bayar gaji pegawai.

Tahun 2024, PAD Pesawaran cuma ditarget Rp78 miliar. Bandingkan dengan biaya Pilkada 2024 yang sudah habis Rp28 miliar. Artinya, kalau PSU benar-benar butuh dana serupa, ya selesai sudah. Anggaran daerah bisa kering sebelum musim kemarau datang.

Bayangkan kalau Pesawaran itu orang. Baru gajian, duit habis buat bayar kosan, beli nasi padang, dan cicilan motor. Eh, tiba-tiba kosan minta uang tambahan buat renovasi. Ya boncoslah.

Lalu siapa yang bikin ribet ini semua? Menurut gwaa ini sih efek kelalaian KPU dan Bawaslu Pesawaran. Kerja mereka seharusnya memastikan calon bupati itu benar-benar memenuhi syarat. Ini bukan seleksi idol grup, yang penting vibesnya dapet terus langsung lolos.

Minimal, mereka cek dong ijazahnya bener apa kagak. Masa orang daftar kerja di minimarket aja ijazahnya dicek, sementara calon bupati malah lolos gitu aja? Jangan-jangan pas verifikasi berkas mereka sibuk scrolling TikTok, nggak fokus sama kerjaan.

Sekarang negara harus dibuat rugi lantaran harus keluarin duit lagi buat PSU, padahal kalau dari awal kerjaan mereka bener, ini semua nggak perlu kejadian. Lucunya, mereka tetap santai, gaji tetap jalan, nggak ada konsekuensi.

Harusnya sih mereka yang nanggung biaya PSU, minimal gaji dipotong buat nutup anggaran. Atau kalau mau lebih mendidik, tiap hari mereka disuruh nyapu halaman kantor Pemkab sambil pakai kaos bertuliskan “Maaf, saya lalai.” Saran gwaa sih gitu.

Sementara itu Pak Samsudin, mantan Penjabat Gubernur Lampung, menyarankan Pemkab Pesawaran untuk konsultasi ke Mendagri dan Menkeu. Ya, siapa tahu ada dana darurat yang bisa dipakai, daripada kas daerah jebol.

Kalau saran gwaa. Mending dipilih negara langsung aja dah, jadi Pesawaran dipimpin Penjabat (PJ) Bupati. Lebih murah dan pasti manut Presiden Prabowo to.

MK enak banget sih, tinggal ketok palu. Tapi ya tolong lah, selain diskualifikasi Aries Sandi Darma Putra, pikirin juga gimana biayanya. Ini Pesawaran, bukan Jakarta yang duitnya ngalir kayak air. Kalau PSU tetap jalan tanpa solusi keuangan yang jelas, rakyat yang jadi korban.

Dan buat KPU serta Bawaslu Pesawaran, seriusan deh, lain kali kerja jangan setengah-setengah. Kalau emang nggak mampu ngecek berkas calon dengan bener, ya mundur aja.

Rakyat nggak minta kalian sempurna, tapi minimal jangan bikin negara rugi miliaran cuma karena keteledoran kalian.

Kalau terus begini, jangan heran kalau nanti makin banyak yang malas nyoblos. Buat apa nyoblos kalau akhirnya pemilu diulang cuma gara-gara penyelenggara yang nggak becus? (*) 

Berita Terkait

MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan
Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah
HIPMI dan Ilusi Pengusaha Mandiri
Prabowo dan Warisan yang Dibaca Terbalik
Ketika Ahli Serangga Jadi Hama MBG
Andi Warisno dan Semesta Multiverse Pendidikan Tinggi
Prabowo Memfitnah Ratusan Juta Rakyat Indonesia
Belum Lama ‘Tantrum’, Dinas PU Seret Nama Eva Dwiana ke Kejagung

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:34 WIB

MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:07 WIB

Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:51 WIB

HIPMI dan Ilusi Pengusaha Mandiri

Senin, 8 Juni 2026 - 13:32 WIB

Prabowo dan Warisan yang Dibaca Terbalik

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:35 WIB

Ketika Ahli Serangga Jadi Hama MBG

Berita Terbaru

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu, Rusdianto, ketika diwawancarai.

Pringsewu

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:17 WIB

Lampung

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:07 WIB

Lampung

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:57 WIB