Manusia-Manusia Kesepian

- Editor

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Mereka tertawa di meja kopi. Ponsel diletakkan terbuka, sesekali bergetar, lalu disentuh dengan refleks yang sudah terlatih. Obrolan mengalir, candaan berseliweran, wajah-wajah tampak ringan. Dari luar, semuanya baik-baik saja. Bahkan bahagia. Setidaknya, begitulah yang ingin ditampilkan.

Pramoedya.id: Zaman ini tidak kekurangan suara. Timeline penuh cerita, grup percakapan nyaris tak pernah benar-benar mati, notifikasi datang silih berganti. Tapi justru di tengah keramaian itulah kesunyian menjelma bentuk baru.

Manusia-manusia kesepian hari ini jarang terlihat murung. Mereka aktif, responsif, dan tahu kapan harus tertawa. Kesepian tidak lagi hadir sebagai air mata, melainkan sebagai jeda. Sebagai kebiasaan menggulir layar tanpa tujuan. Sebagai percakapan dangkal yang ramai, dan selesai begitu layar dikunci.

Banyak orang tampak punya teman, tapi sedikit yang benar-benar punya tempat pulang secara emosional. Bertukar kabar sudah menjadi rutinitas, namun jarang berlanjut menjadi saling mendengar.

Pertanyaan “apa kabar?” sering kali hanya pembuka, bukan undangan untuk bercerita. Jawaban “baik” pun menjadi penutup yang paling aman.

Di ruang-ruang sosial, tawa hadir karena keheningan terasa canggung. Diam dianggap kegagalan, bukan kesempatan untuk memahami. Maka obrolan dipercepat, topik diganti, dan kesunyian segera ditutup sebelum sempat bertanya apa-apa. Kita takut pada sunyi, karena sunyi memberi waktu untuk merasa.

Kesepian hari ini juga rapi. Kesepian kerap disamarkan lewat unggahan, dibungkus humor, dan disebarkan sebagai konten. Bahagia tidak lagi cukup dirasakan, ia harus ditunjukkan. Seolah-olah perasaan seseorang baru sah jika disaksikan. Dalam proses itu, banyak orang lupa bertanya: apakah kebahagiaan yang dipertontonkan itu benar-benar dialami?

Relasi pun menjadi cepat dan rapuh. Datang mudah, pergi tanpa penjelasan. Kedekatan diukur dari seberapa sering merespons, bukan seberapa dalam memahami. Ketika komunikasi terputus, yang hilang bukan hanya pesan, tapi juga keberanian untuk menanyakan alasan.

Barangkali ini bukan soal kurangnya teman, melainkan minimnya ruang aman untuk jujur. Orang-orang lelah menjadi beban cerita. Mereka memilih menyimpan, menunda, lalu terbiasa menanggung sendiri. Tidak ada yang benar-benar kuat, tapi karena tidak tahu harus berbagi ke mana.

Manusia-manusia kesepian tidak selalu mencari pertolongan. Mereka hanya berharap ada yang tinggal sedikit lebih lama. Ada yang mendengar tanpa buru-buru menimpali. Ada yang hadir tanpa perlu disorot kamera.

Kesepian semacam ini bukan kegagalan personal, melainkan gejala zaman. Ia tumbuh dari cara kita berelasi, berkomunikasi, dan menilai kebahagiaan. Dan mungkin, tanpa sadar, kita semua pernah menjadi bagian darinya. Baik sebagai yang merasa sepi, maupun sebagai yang melewatkan tanda-tandanya.(*)

Berita Terkait

MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan
Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah
HIPMI dan Ilusi Pengusaha Mandiri
Prabowo dan Warisan yang Dibaca Terbalik
Ketika Ahli Serangga Jadi Hama MBG
Andi Warisno dan Semesta Multiverse Pendidikan Tinggi
Prabowo Memfitnah Ratusan Juta Rakyat Indonesia
Belum Lama ‘Tantrum’, Dinas PU Seret Nama Eva Dwiana ke Kejagung
Tag :

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:34 WIB

MBG, Posisi dan Persepsi: Ketika Pertanyaan Dibalas Tepuk Tangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:07 WIB

Di Balik Diabaikannya Kritik Kelas Menengah

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:51 WIB

HIPMI dan Ilusi Pengusaha Mandiri

Senin, 8 Juni 2026 - 13:32 WIB

Prabowo dan Warisan yang Dibaca Terbalik

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:35 WIB

Ketika Ahli Serangga Jadi Hama MBG

Berita Terbaru

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pringsewu, Rusdianto, ketika diwawancarai.

Pringsewu

Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:17 WIB

Lampung

Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:07 WIB

Lampung

PCNU dan Pemuda Katolik Sepakat Lawan Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:57 WIB