Pramoedya.id: Isu keberlanjutan (sustainability) di lingkungan perguruan tinggi kini bukan lagi sekadar tren atau pilihan program kerja, melainkan sebuah keharusan global. Hal ini ditegaskan kembali dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I Tahun 2026 UIN Raden Intan Lampung yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi kampus, Kamis, 30 April 2026.
Sebagai universitas yang menyandang predikat PTKIN green campus terbaik di Indonesia, UIN Raden Intan Lampung mencoba merelevansikan kurikulum berbasis ekologis ke dalam identitas para lulusannya yang dijuluki sebagai “alumni hijau”. Konsep ini mengawinkan kecerdasan intelektual dengan kesadaran menjaga ekosistem.
“Kampus kita bukan sekadar deretan gedung beton. Menjaga bumi adalah bagian dari iman,” ujar Rektor saat menjelaskan implementasi motto kampus: Intellectuality, Spirituality, Integrity.
Latar belakang pembentukan “alumni hijau” ini didasari oleh ancaman nyata krisis iklim yang dampaknya semakin terasa pada tahun 2026. Kampus menilai integrasi antara ilmu keislaman, wawasan lingkungan, dan komitmen kebangsaan harus termanifestasi dalam perilaku nyata para lulusan saat terjun ke masyarakat.
Ujian konsistensi penerapan konsep kampus hijau ini kini berada di tangan 1.700 lebih lulusan baru yang diwisuda pada periode ini. Kontribusi terbesar disumbang oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan 685 lulusan, disusul fakultas rumpun keagamaan dan ekonomi, serta fakultas yang bersentuhan langsung dengan mitigasi teknologi dan lingkungan seperti Fakultas Sains dan Teknologi yang meluluskan 39 wisudawan pada periode ini. (*)







