Pramoedya.id: Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, memicu kecaman luas setelah terekam melontarkan ancaman kekerasan dan makian kasar kepada jurnalis.
Alih-alih memberikan klarifikasi soal dugaan penghalangan liputan, Levi justru mengancam akan mengerahkan massa untuk memburu wartawan tersebut.
Ketegangan bermula saat Levi dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengenai insiden di forum diskusi banjir di IIB Darmajaya, Selasa (28/4/2026) lalu.
Levi berdalih posisinya sebagai tamu terganggu oleh kerumunan jurnalis yang sedang mengambil gambar.
“Saya itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujar Levi dalam rekaman percakapan tersebut.
Namun, pembicaraan berubah menjadi intimidatif saat Levi secara spesifik menyerang jurnalis Rembes.com, Wildan Hanafi.
Pejabat eselon II ini melontarkan kata makian kasar dan mengancam akan melakukan penganiayaan.
“Bukan Wildan saja, saya gebuk bener Wildan, saya suruh cari Wildan, wartawan mana dia,” ucapnya dengan nada tinggi.
Ancaman tersebut berlanjut pada rencana pengerahan orang untuk mencari Wildan secara personal pada malam yang sama.
“Saya gerakin orang-orang saya malam ini. Biar dia tahu,” lanjutnya.
Meski membantah mengusir wartawan di lokasi acara, Levi tetap menuntut permohonan maaf dari pihak jurnalis sembari melontarkan kalimat peringatan terakhir.
“Suruh minta maaf sama saya, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” an am Levi melalui rekaman tersebut.(*)







