Tol Tuba Tertutup Asap, Maulidah Zauroh: Jangan Normalisasi Bencana Berulang

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Maulidah Zauroh, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat menyaksikan rekaman video yang mendadak viral pada Jumat siang (16/10/2026).

Dalam video tersebut, aspal mulus Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) kilometer 180 wilayah Kabupaten Tulang Bawang, tampak hilang ditelan gulungan asap putih pekat.

Bagi Maulidah, kepulan asap tebal di jalan bebas hambatan tersebut bukan sekadar fenomena alam tahunan, melainkan ancaman keselamatan jiwa yang kerap ditanggapi secara formalitas oleh pemerintah daerah.

“Kalau asap sudah menutup jarak pandang pengguna jalan tol, berarti ancamannya sudah nyata. Ini bukan lagi hanya soal lahan yang terbakar, melainkan keselamatan manusia. Jangan sampai kita menunggu ada korban jiwa baru semua pihak bergerak serius,” kata Maulidah dalam pernyataan persnya, Sabtu (17/10/2026).

Peringatan Maulidah memiliki alasan kuat. Hanya sepuluh hari sebelum insiden di Tol Terpeka, tepatnya pada (6/10/2026, tragedi serupa sudah memakan korban. Kecelakaan beruntun pecah di Jalan Lintas Pantai Timur (Jalimtim), Tulang Bawang, lantaran jarak pandang para pengemudi mendadak tertutup rapat oleh pekatnya asap karhutla.

Berulangnya peristiwa fatal tersebut menandakan adanya celah besar dalam sistem pencegahan, mitigasi, dan pengawasan karhutla di Provinsi Lampung.

Maulidah mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah beserta instansi terkait dalam memetakan titik rawan api dan kecepatan respons saat api pertama kali muncul.

“Kita sudah mendapat peringatan bahwa asap dapat berujung pada kecelakaan fatal. Kalau kondisinya terus berulang maka saya meyakini ada yang salah dengan sistem pencegahan dan pengawasan kita,” Umar Politikus PKB tersebut.

Ia menambahkan, kritik keras dan keluhan masyarakat di media sosial saat melihat bahaya di jalan tol harus disikapi sebagai bentuk tuntutan perlindungan publik yang sah, bukan sekadar angin lalu.

“Jangan marah ketika masyarakat bertanya di mana pemerintah berada. Pertanyaan ini muncul karena masyarakat butuh rasa aman. Pemerintah harus hadir ketika rakyat membutuhkan perlindungan,” tegasnya.

Guna mencegah tragedi berulang, pimpinan DPRD Lampung ini mendesak Pemerintah Provinsi Lampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kabupaten, hingga pengelola jalan tol untuk segera mengambil langkah terpadu.

Evaluasi menyeluruh harus dilakukan, mulai dari pemadaman total di titik rawan hingga skema pengamanan jalur transportasi vital.

Tak hanya itu, Maulidah juga mendorong aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki penyebab kebakaran di sekitar jalur tol tersebut. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian yang melanggar hukum, penindakan tegas harus dijatuhkan tanpa pandang bulu.

“Kita tidak boleh menormalisasi bencana yang terus berulang. Setiap hektare lahan yang terbakar, setiap kepulan asap yang mengganggu pernapasan, dan setiap pengguna jalan yang terancam keselamatannya adalah persoalan yang harus dipertanggungjawabkan,” tutup Maulidah menegaskan. (*)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Konsumsi dan Perjadin DPRD Balam Dilaporkan ke KPK
Respon Sentilan Gubernur, Direktur RSUD Abdul Moeloek Janji Benahi Layanan dan Remunerasi
Investasi Lampung Tembus Rp7,3 Triliun, Serap Sembilan Ribu Tenaga Kerja
Ikhtiar PT Palma Pertiwi Mengawal Asta Cita Prabowo dari Desa
Pangkas Biaya Tanam, Pemprov Lampung Perluas Program Pupuk Hayati ke 2.000 Desa
Lampung Pangkas Tengkulak Gabah
Stop Kirim Komoditas Basah, Pemprov Lampung Bagikan Mesin Pengering ke 400 Desa
Lampung Kawal Percepatan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Tol Tuba Tertutup Asap, Maulidah Zauroh: Jangan Normalisasi Bencana Berulang

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dugaan Korupsi Konsumsi dan Perjadin DPRD Balam Dilaporkan ke KPK

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Respon Sentilan Gubernur, Direktur RSUD Abdul Moeloek Janji Benahi Layanan dan Remunerasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Investasi Lampung Tembus Rp7,3 Triliun, Serap Sembilan Ribu Tenaga Kerja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pangkas Biaya Tanam, Pemprov Lampung Perluas Program Pupuk Hayati ke 2.000 Desa

Berita Terbaru

Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan.

Perspektif

Dulu Tukang Nyontek, Marindo Kini Sabet Penghargaan Digital

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:54 WIB

Bandarlampung

Dugaan Korupsi Konsumsi dan Perjadin DPRD Balam Dilaporkan ke KPK

Senin, 12 Okt 2026 - 16:56 WIB