Pramoedya.id: Sebanyak 31 peserta dinyatakan kompeten setelah melalui berbagai mata uji dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXXVIII yang digelar di Balai Solfian Akhmad, Kantor PWI Lampung, 9–10 Juli 2026.
Jumlah kelulusan tersebut mengerucut dari total pendaftar semula yang mencapai 36 orang.
“Dengan ini kami menyampaikan bahwa dari 36 peserta teregistrasi, pada akhirnya yang dinyatakan kompeten sebanyak 31 orang,” ujar perwakilan tim penguji, Iskandar Zulkarnain, saat membacakan evaluasi akhir, Jumat (10/7/2026).
Iskandar menjelaskan, pada UKW kali ini para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok pengujian, yang terdiri dari 4 kelas untuk jenjang Muda dan 6 kelas untuk jenjang Utama.
“Ucapan kami dari penguji, selamat bagi yang lulus dan semangat bagi yang belum. Jangan berkecil hati, sebab masih banyak kesempatan di waktu mendatang,” kata Iskandar.
Menutup sesi UKW, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengingatkan para wartawan yang telah dinyatakan kompeten agar tidak jemawa atau pongah dengan hasil yang diraih.
Ia menekankan bahwa esensi kompetensi yang sesungguhnya baru akan diuji saat wartawan kembali bertugas di lapangan.
“Selembar sertifikat tidak bisa mewakili kita bila di lapangan tidak diterapkan semua yang telah dipelajari selama dua hari ini,” tegas Wirahadikusumah.
Ia juga menyoroti tantangan berat dunia jurnalistik di era digital, di mana dari empat modal utama, produksi, editing, publishing, dan distribusi, proses distribusi kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan wartawan melainkan algoritma dan media digital.
“Kode etik hanya bisa menjamah di tiga proses sebelum distribusi, karena sekarang bukan hanya wartawan lagi yang menyebarkan informasi. Namun, sebagai clearing house, kita harus benar-benar disiplin melakukan verifikasi dan uji informasi. Berita itu harus fakta, sehingga masyarakat mendapat berita yang benar dan jernih,” imbaunya.
Di akhirnya, Wirahadikusumah mengajak seluruh anggota PWI Lampung untuk bersama-sama menyukseskan gelaran Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) mendatang.
“Ayo sukseskan. HPN ini pertama kali di Lampung, dan Porwanas terakhir kali di sini tahun 1993 berbarengan Kongres yang dibuka Presiden Soeharto. Kita berharap pada 2027 juga demikian. Kita harus jadi tuan rumah yang baik, sukses pelaksanaan dan sukses prestasi,” pungkas Wirahadikusumah.
Senada, salah satu penguji dari PWI Pusat, Marah Sakti, mengajak seluruh wartawan untuk terus mengasah kemampuan guna menghadapi berbagai tantangan global ke depan.
Ia berpesan agar para wartawan yang telah memegang predikat kompeten tetap teguh menjaga diri, marwah profesi, dan yang paling utama adalah menjaga integritas. (*)







