Pramoedya.id: Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan di 20 kecamatan untuk aktif turun ke lapangan memantau kebersihan saluran air di wilayah masing-masing. Instruksi ini direspons dengan menggerakkan peran kepala lingkungan (Kaling) dan Ketua RT sebagai ujung tombak dalam mendeteksi titik-titik drainase yang mengalami penyumbatan.
Pelaksana Harian Kepala DLH Bandar Lampung, Budi Ardianto, menegaskan bahwa penanganan masalah banjir tidak bisa hanya bertumpu pada satu instansi saja. Peran aktif aparatur kelurahan sangat dibutuhkan karena mereka merupakan pihak yang paling memahami peta titik rawan genangan di lingkungan pemukiman warga.
“Atas arahan Ibu Wali Kota Eva Dwiana, seluruh 20 kecamatan kami libatkan. Camat dan lurah diminta mengaktifkan peran kepala lingkungan dan RT untuk membantu kegiatan pembersihan karena mereka yang paling memahami kondisi wilayahnya,” ujar Budi Ardianto.
Dengan keterlibatan masif di tingkat bawah, diharapkan hambatan-hambatan kecil pada saluran air dapat segera diatasi sebelum berdampak luas.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah kota untuk memastikan seluruh drainase di Bandar Lampung berfungsi optimal di tengah musim penghujan yang masih berlangsung,” tambahnya menekankan pentingnya respons cepat kewilayahan. (*)







