Fakultas Saintek UIN RIL Cetak Dosen Bilingual untuk Program Internasional

- Editor

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengambil langkah maju dalam program internasionalisasi. Fakultas ini menggelar pelatihan English as Medium of Instruction (EMI) Training selama dua hari, 19–20 Agustus 2025, untuk membekali para dosen agar mampu mengajar secara bilingual.

Pelatihan ini diikuti 22 dosen dan berlokasi di gedung fakultas. Program ini fokus pada peningkatan kompetensi mengajar mata kuliah non-bahasa Inggris menggunakan Bahasa Inggris. EMI Training terselenggara atas kerja sama dengan International Office (IO) UIN RIL, dengan menghadirkan lima pemateri, yaitu Istiqomah Nur Rahmawati, Hasanul Misbah, Muhammad Fikri Nugraha Kholid, Zakiya, dan Yeni Susanti.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dasar micro teaching, sementara hari kedua diisi dengan praktik mengajar penuh menggunakan Bahasa Inggris.

Dalam pembukaan kegiatan, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Rosida Rakhmawati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal yang krusial.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menyiapkan bapak-ibu dosen untuk mengajar dalam bahasa bilingual. Memang tidak mudah, tapi kita harus memulai,” kata Rosida. “Tanpa langkah awal, program internasionalisasi hanya akan menjadi mimpi. Dengan program ini, kita sudah punya pijakan untuk mewujudkannya,” kata dia melalui pernyataan persnya, Rabu (20/08/2025).

Rosida juga menyampaikan peluang besar yang dapat dimanfaatkan melalui program University Mobility in Asia and the Pacific (UMAP) yang memiliki sekitar 400 anggota. Melalui kerja sama ini, Fakultas Saintek bisa mengadakan virtual classroom dengan universitas dari Kanada, Australia, Malaysia, Thailand, hingga Vietnam.

Selain itu, ia mengumumkan kabar baik bahwa Fakultas Saintek baru saja mendapat hibah dari Rusia dan menjalin kerja sama dengan Tomsk State University. Kerjasama ini akan mendukung program baru di Prodi Biologi dan Kimia yang akan dimulai pada September 2025.

“Ini kesempatan luar biasa bagi fakultas yang masih tergolong baru. Kita sudah memiliki mitra universitas dengan reputasi internasional,” tambahnya.

Target dari program EMI ini adalah melahirkan EMI-ready lecturers yang nantinya akan mengajar di kelas perdana International Undergraduate Program (IUP) Pilot Classes.

Salah satu peserta pelatihan, Vandan Wiliyanti, yang juga Sekretaris Prodi Kimia, berharap para dosen dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan mengajar.

“Dengan kemampuan ini, dosen bisa mengikuti pertukaran antaruniversitas di berbagai negara. Ini menjadi langkah persiapan penting mendukung visi misi prodi, fakultas, dan universitas menuju internasionalisasi 2035,” pungkasnya. (Rilis/*)

 

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pendidikan, UIN Lampung Sambangi Itera dan Unila
Perluas Kerja Sama Tridarma, UIN Lampung dan Unila Jajaki Kolaborasi Strategis
Perkuat Sinergi Kabinet Baru, UIN Raden Intan Lampung Sambangi Itera
Lanjutkan Kolaborasi, UIN dan Pemkot Audiensi  
Posko Ramah Pemudik UIN Lampung Layani Pemudik hingga 27 Maret
Posko Mudik di Selasar Masjid: Ikhtiar UIN Lampung Menjemput Amal Jariyah
UIN Raden Intan Perluas Peran Kampus, Masjid Dijadikan Basis Layanan Pemudik
Kerja Sama UIN Raden Intan–UNM Berlanjut, Buku Sejarah Jadi Medium Pertukaran Gagasan

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 21:01 WIB

Perkuat Sinergi Pendidikan, UIN Lampung Sambangi Itera dan Unila

Rabu, 1 April 2026 - 19:39 WIB

Perluas Kerja Sama Tridarma, UIN Lampung dan Unila Jajaki Kolaborasi Strategis

Rabu, 1 April 2026 - 19:34 WIB

Perkuat Sinergi Kabinet Baru, UIN Raden Intan Lampung Sambangi Itera

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:58 WIB

Lanjutkan Kolaborasi, UIN dan Pemkot Audiensi  

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:10 WIB

Posko Ramah Pemudik UIN Lampung Layani Pemudik hingga 27 Maret

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi

Perspektif

Hal Kecil yang Menyelamatkan Kita

Kamis, 2 Apr 2026 - 08:57 WIB