Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri

- Editor

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Sebanyak 220 petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah mengikuti bimbingan teknis pembuatan Pupuk Hayati Cair (PHC) secara mandiri di Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Jumat (26/6/2026). Agenda ini digelar sebagai bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung bertajuk “Desaku Maju”.

Pelatihan intensif ini bertujuan mempercepat adopsi penggunaan PHC di tingkat tapak sekaligus mendorong petani agar mampu memproduksi pupuk sendiri demi menekan biaya operasional dan menggenjot produktivitas lahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiarsa, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 60 persen petani di wilayahnya telah berhasil mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sektor pertanian mereka.

“Petani Lampung Tengah harus semakin mandiri. Jangan sampai kebutuhan pertanian masih dibeli dari luar daerah. Dengan kemandirian petani, perekonomian daerah akan tumbuh dan inflasi dapat ditekan,” ujar I Nyoman Gunadiarsa melalui pers rilis yang diterima Pramoedya.id, Sabtu (27/6/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, atas gelontoran bantuan PHC kepada sejumlah kelompok tani lokal guna menyokong posisi Lampung Tengah sebagai penopang lumbung pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Deni Nardi, yang hadir mewakili Kepala Dinas Elvira Umihanni, membeberkan target besar gubernur yang membidik program PHC ini mampu menjangkau 2.000 desa di seluruh Provinsi Lampung hingga akhir tahun 2026.

“Harapan Bapak Gubernur, petani tidak lagi bergantung pada pupuk dari luar. Petani harus mampu memproduksi PHC sendiri sehingga tercipta kemandirian pupuk di tingkat desa,” kata Deni Nardi menjelaskan esensi jangka panjang program tersebut.

Khusus untuk Kabupaten Lampung Tengah, Deni merinci masih ada 51 desa lagi yang menjadi sasaran sisa pengembangan. Sebelumnya, program serupa telah menyentuh 88 desa pada tahun 2025, dan melonjak drastis dengan menargetkan 165 desa pada tahun 2026 ini. (*)

 

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB