Kelola Keuangan Daerah Bukan Seperti Mengelola Warmindo

- Editor

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sandi Fernanda
Generasi Milenial Peduli Akses Lampung (Gempal)

Marindo Kurniawan masih sangat dibutuhkan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung.

Pramoedya.id: Ada kabar menggembirakan dari Pemerintah Provinsi Lampung. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 mencatatkan capaian positif. Hingga 10 Mei 2025, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp2,2 triliun atau 30,23 persen dari total anggaran.

Sementara itu, realisasi belanja daerah berada di angka 24,62 persen. Secara de facto, kinerja fiskal ini berada di atas rata-rata nasional.

Capaian ini patut diapresiasi. Di balik itu, kinerja BPKAD di bawah kepemimpinan Marindo jelas memberi kontribusi penting. Namun, pekerjaan rumah belum selesai. Defisit keuangan daerah masih membayangi, menuntut efisiensi anggaran yang cermat dan strategis agar beban utang bisa tertangani tanpa mengorbankan pelayanan publik.

Dalam rapat perdana bersama para kepala OPD di Balai Keratun pada Senin lalu (3/3/2025), Gubernur Mirza, didampingi Wakil Gubernur Jihan, secara tegas menyampaikan target besar: tidak boleh ada defisit anggaran di akhir tahun 2025.

Target tersebut tentu bukan hal ringan. Pengelolaan keuangan daerah bukan perkara sederhana, apalagi jika hanya dianggap seperti mengatur kas harian warung mie Indomie (Warmindo). Dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya paham administrasi, tetapi juga memiliki visi, pengalaman, dan keteguhan dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.

Oleh karena itu, posisi Kepala BPKAD tidak bisa diisi secara sembarangan. Gubernur perlu mempertimbangkan sosok yang terbukti mampu, seperti Marindo. Di tengah tantangan pengelolaan utang dan realisasi belanja, kepemimpinan dan strategi Marindo masih sangat dibutuhkan untuk membantu mewujudkan visi-misi kepala daerah, terutama dalam aspek keuangan.

Harapannya, Marindo dapat menuntaskan tanggung jawabnya, menjaga disiplin fiskal, serta menutup lembaran defisit yang selama ini membebani. Jika semua berjalan sesuai rencana, di akhir tahun 2025 nanti, Pemerintah Provinsi Lampung dapat berdiri lebih stabil secara keuangan, dan itu bukan hasil kerja instan, melainkan dari tata kelola yang serius, bukan ala Warmindo.(*)

Berita Terkait

NU, Ahwa Sebagai Manifestasi Demokrasi Kualitatif VS Demokrasi Liberal
Kasus An-Nur dan Pencalonan Menteri Agama sebagai Ketua Umum PBNU
Gaya Pecicilan Nunik Menginvasi Panggung Politik Tanpa Permisi
Belasan Tahun Mandek di Papan Bawah, Ada Apa dengan Pendidikan Lampung?
Membedah Relasi Kuasa dan Modal: Ketika Hukum Menjadi Pelayan Oligarki
Daerah Lain Putus Rantai Tengkulak Lewat SRG, Petani Lampung Masih Gigit Jari
Berebut Dekat Jokowi di Lampung
MBG: Ketika Politik Menjadi Lagu, dan Lagu Menjadi Cermin Zaman

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 00:16 WIB

NU, Ahwa Sebagai Manifestasi Demokrasi Kualitatif VS Demokrasi Liberal

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Kasus An-Nur dan Pencalonan Menteri Agama sebagai Ketua Umum PBNU

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:07 WIB

Gaya Pecicilan Nunik Menginvasi Panggung Politik Tanpa Permisi

Senin, 6 Juli 2026 - 11:28 WIB

Belasan Tahun Mandek di Papan Bawah, Ada Apa dengan Pendidikan Lampung?

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:52 WIB

Membedah Relasi Kuasa dan Modal: Ketika Hukum Menjadi Pelayan Oligarki

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB