Pramoedya.id: Dugaan praktik percaloan dalam rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Angkatan X Badan Gizi Nasional (BGN) di Lampung mencuat. Informasi yang dihimpun Pramoedya.id menyebutkan, peserta diduga diminta membayar antara Rp25 juta hingga Rp35 juta dengan iming-iming lolos seleksi dan diprioritaskan mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (4/7/2026).
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, peserta yang membayar sejumlah uang tersebut disebut tidak menjalani mekanisme yang sama seperti peserta SPPI angkatan sebelumnya.
Mereka diduga tidak mengikuti pendidikan dan pelatihan selama tiga bulan sebagaimana SPPI Angkatan I, II, dan III.
“Sebagian hanya mengikuti pembekalan singkat selama sekitar satu minggu di hotel, kemudian langsung diprioritaskan mendapatkan penugasan mengelola dapur MBG,” ujar sumber tersebut.
Informasi yang diterima Pramoedya.id juga menyebutkan, praktik tersebut diduga melibatkan seorang kader Partai Gerindra di Lampung yang berperan sebagai perantara dalam proses perekrutan.
Untuk mengonfirmasi hal tersebut, Pramoedya.id telah menghubungi Ketua DPRD Provinsi Lampung sekaligus Sekretaris DPD Gerindra Lampung, Ahmad Giri Akbar. Sejumlah pertanyaan konfirmasi telah disampaikan melalui pesan WhatsApp, termasuk upaya konfirmasi lanjutan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Ahmad Giri belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan.(Satrio)







