Pramoedya.id: Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Bandar Lampung Minggu malam, 22 Februari 2026, memicu rentetan peristiwa pohon tumbang di tiga titik berbeda.
Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada unit kendaraan, bangunan ruko, hingga fasilitas pendidikan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Bandar Lampung Gustriansyah menyebut, personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) telah diterjunkan untuk mengevakuasi material pohon di lokasi kejadian.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian tiga insiden pohon tumbang dalam satu malam.
Pertama, Jl. WR Supratman, Kelurahan Talang (Pukul 19.39 WIB) sebuah pohon kelapa berdiameter 50 cm tumbang dan menimpa satu unit mobil Toyota Rush milik warga bernama Dede Nugroho (No Polisi: BE 1695 AAH). Kerusakan cukup serius terjadi pada bagian atap mobil.
Kedua, Jalan Antara Pasar Tamin, Kelurahan Kelapa Tiga pada pukul 20.40 WIB.
Pohon Randu raksasa dengan diameter mencapai 200 cm tumbang akibat terpaan angin kencang.
Pohon tersebut menimpa tiga ruko milik Alex Suntoro, Muksin, dan Mirun, hingga menyebabkan atap ruko jebol.
Gustriansyah juga mengingatkan agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG, BPBD, atau TNI-Polri guna menghindari hoaks.
Bagi masyarakat yang menemukan atau mengalami keadaan darurat, silakan hubungi pusat bantuan, Call Center 117, WhatsApp (0821-8099-2105/0811-1160-9117).
“Personel BPBD dipastikan siaga 24 jam untuk melayani laporan warga terkait dampak cuaca ekstrem di wilayah Bandar Lampung,”pungkas Gustriansyah.
Sebelumya, selain menangani kejadian terbaru, BPBD Bandar Lampung juga merilis evaluasi tahunan. Gustriansyah memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, tercatat total 357 kasus pohon tumbang di Kota Tapis Berseri.
Memasuki Januari hingga Februari 2026, tren kenaikan mulai terlihat.
“Pada Januari 2025 lalu ada 42 kasus, sementara Januari 2026 ini meningkat menjadi 45 kasus. Total hingga awal tahun ini sudah ada 50 pohon yang dievakuasi,” beber Gustriansyah pada Jumat, 20 Februari 2026.
Beberapa titik rawan yang dipantau ketat adalah ruas jalan protokol, seperti kawasan Jalan Wolter Monginsidi dan depan kantor Dinas Pariwisata Lampung, di mana terdapat banyak pohon besar yang berisiko roboh. (*)







