Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Lampung Tertinggi Kedua di Sumatera Meski Dibayangi El Nino

- Editor

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Perekonomian Provinsi Lampung mencatatkan kinerja positif dengan tumbuh 5,29 persen secara kumulatif hingga triwulan III 2026. Capaian ini menempatkan Lampung di posisi kedua sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera, mengekor Kepulauan Riau yang memimpin di angka 7,19 persen.

Tak hanya itu, Lampung juga menyumbang kontribusi 10,05 persen terhadap total perekonomian Sumatera. Porsi ini menjadi yang terbesar keempat di kawasan setelah Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Lampung pada triwulan III 2026 menembus Rp150,55 triliun. Angka ini ditopang oleh geliat industri pengolahan, perdagangan, serta konsumsi rumah tangga yang masih solid.

Meski demikian, Riswan memberi catatan kritis terhadap sektor pertanian yang mulai tertekan ancaman iklim ekstrem. Fenomena El Nino yang cukup kuat diproyeksikan mulai menggerus produktivitas pangan daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung masih ditopang sektor pertanian, meski beberapa lapangan usaha menghadapi tantangan cuaca,” ujar Riswan di Aula Radin Imba Kusuma, BPS Lampung, Kamis (5/11/2026).

Ancaman itu tecermin pada angka sementara Kerangka Sampel Area (KSA). Produksi padi Lampung pada 2026 diperkirakan turun 4,89 persen menjadi 3,09 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 1,78 juta ton beras. Produksi jagung pipilan kering pun menyusut tipis 0,39 persen menjadi 1,25 juta ton.

Di balik ancaman sektor pangan, geliat industri dan investasi justru membendung penurunan lebih dalam. Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 59,23 persen tumbuh 4,87 persen, sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi melaju di angka 6,08 persen. Sektor pengadaan listrik dan gas bahkan melonjak 9,74 persen seiring meningkatnya aktivitas pabrik dan pengolahan.

Kondisi ekonomi makro ini juga diimbangi perbaikan kualitas hidup dan ketenagakerjaan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung 2026 merangkak ke angka 74,74, masuk kategori tinggi, disertai penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,01 persen.

Menanggapi rilis tersebut, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menilai data strategis BPS menjadi cermin realistis bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebijakan.

Menurut Ganjar, capaian pertumbuhan ekonomi ini harus direspons dengan kewaspadaan tinggi, terutama dalam merumuskan mitigasi krisis pangan akibat El Nino agar tidak memicu lonjakan inflasi daerah. (*)

 

Berita Terkait

81 Pendaftar Berebut Kursi Komisi Informasi Lampung, Timsel Mulai Verifikasi Berkas
Rombak Pengurus BAPOR KORPRI Lampung, Yuliardi Dituntut Cetak Atlet ASN Berprestasi
Pesan Tegas Mirza untuk Bupati Lampung Tengah: Hentikan Jual Gabah Beli Beras Keluar
Bongkar Sumbatan Ekspor Lampung, Wagub Jihan Nurlela dan Karantina Rancang Basis Data Terpadu
Cabai Meroket 100 Persen hingga Lampung Timur Masuk Zona Merah Inflasi Sumatera
Dinsos Lampung Usulkan KH Gholib Jadi Pahlawan Daerah 2026
Krisis Ekologi di Lampung, PMII UIN Raden Intan Dorong Wacana Ekosipasi
Proporsi Pekerja Berpendidikan Tinggi Turun, Tenaga Kerja Lampung Masih Didominasi Lulusan SD

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:57 WIB

Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Lampung Tertinggi Kedua di Sumatera Meski Dibayangi El Nino

Kamis, 5 November 2026 - 18:53 WIB

81 Pendaftar Berebut Kursi Komisi Informasi Lampung, Timsel Mulai Verifikasi Berkas

Kamis, 5 November 2026 - 17:59 WIB

Rombak Pengurus BAPOR KORPRI Lampung, Yuliardi Dituntut Cetak Atlet ASN Berprestasi

Selasa, 3 November 2026 - 18:21 WIB

Bongkar Sumbatan Ekspor Lampung, Wagub Jihan Nurlela dan Karantina Rancang Basis Data Terpadu

Selasa, 3 November 2026 - 18:17 WIB

Cabai Meroket 100 Persen hingga Lampung Timur Masuk Zona Merah Inflasi Sumatera

Berita Terbaru