Pramoedya.id: Pemerintah memblokir total impor singkong dan etanol guna mendongkrak harga jual di tingkat petani lokal yang sempat anjlok. Langkah proteksi pasar dalam negeri ini diimbangi dengan percepatan hilirisasi olahan singkong dari tingkat desa menuju pasar ekspor.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan bahwa instruksi penyetopan impor tersebut dikeluarkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setelah berkoordinasi dengan Pemprov Lampung dan Menko Pangan. Kebijakan ini terbukti melambungkan harga beli singkong di tingkat petani hingga menyentuh Rp3.000 per kilogram.
“Belum ada SK, belum ada Kepmen, Perpres, atau Inpres, kami minta stop! Distop impor dari negara lain. Begitu cintanya Presiden kita pada petani Indonesia,” kata Amran saat menghadiri Pesta Rakyat Petani di Pringsewu, Minggu (25/10/2026).
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa proteksi harga dari pemerintah pusat menjadi fondasi bagi petani daerah untuk beralih dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produsen barang olahan bernilai tambah tinggi.
Ia mencontohkan keberhasilan kelompok petani di Kabupaten Pringsewu yang kini mampu mengolah singkong menjadi tepung mocaf (modified cassava flour).
“Kalau tahun kemarin kita baru buat jualan singkong mentah, tapi sekarang dari desa-desa sudah mengolah menjadi mocaf. Jadi turunan singkong dijadikan tepung oleh petani dan masyarakat di desa,” ujar Mirzani.
Produk olahan tepung mocaf dari Pringsewu tersebut dijadwalkan mencatatkan pengiriman ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat pada November 2026 mendatang.
“Bulan depan Bupati Pringsewu sudah mengawali pengeksporannya ke Amerika. Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas dan menjaga hingga petani-petani kita semangat melakukan hilirisasi,” kata Mirzani. (*)







