Pramoedya.id: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mulai menerapkan program D-SMART (Data Standarisasi Mutu Akademik Regional Terpadu) bagi siswa SMA dan SMK sebagai upaya meningkatkan kesiapan menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Program tersebut telah memasuki tahap kedua pada tahun 2026 dan menyasar siswa kelas X dan XI di seluruh Provinsi Lampung dan diklaim satu-satunya di Indonesia.
Berdasarkan data pelaksanaan D-SMART 3 mata pelajaran tahap 2, jumlah peserta dari jenjang SMA mencapai 96.898 siswa, sedangkan SMK sebanyak 50.809 siswa.
Dalam penjelasannya, pihak pelaksana menyebut program itu dirancang agar siswa lebih adaptif terhadap pola soal UTBK sejak dini.
“Intinya adalah anak ini kita kasih prestasi testing, tes uji, supaya mereka lebih adaptif terhadap apa yang akan diujikan saat mereka lulus kelas 3,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, Rabu (20/5/2026).
Program D-SMART disebut mulai berjalan sejak bulan lalu dan saat ini sudah memasuki tahap kedua pelaksanaan. Selain sebagai sarana pemetaan kemampuan siswa, aplikasi tersebut juga disebut dapat menjadi acuan kisi-kisi pembelajaran bagi peserta didik.
“Kalaupun meleset enggak jauh, macam kisi-kisi lah,” kata dia.
Dari hasil implementasi tahap kedua, sejumlah siswa mencatat nilai tertinggi di tingkat provinsi. Untuk jenjang SMA kelas XI, nilai tertinggi diraih Ayyas Faidhakim dari SMAN 3 Metro dengan skor 92,3. Sementara di jenjang SMK kelas XI, posisi tertinggi ditempati Aurel Zhanira dari SMKN Sukoharjo dengan skor 91,3.
Dalam laporan resmi yang ditandatangani Pembina TKI Wilayah, Halimatussakdiah, disebutkan bahwa hasil pelaksanaan post-test D-SMART diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran di SMA dan SMK Provinsi Lampung.
Selain untuk penguatan literasi dan numerasi, program ini juga diklaim sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis data di Lampung.(*)







