Pramoedya.id: Kendati sempat diwarnai drama perpindahan lokasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malahayati memastikan agenda pemutaran dan diskusi film “Pesta Babi” tetap dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan ini kini resmi dipindahkan ke Cafe Rumah Kawan. Awalnya, acara direncanakan digelar di lingkungan kampus, namun dipindahkan untuk menghormati agenda santunan anak yatim di lokasi yang sama. Namun, saat dialihkan ke Roemah Jus di Jalan Pramuka, terjadi pembatalan sepihak karena alasan status pemilik tempat sebagai ASN yang khawatir terhadap materi diskusi.
Presiden Mahasiswa Universitas Malahayati, Muhammad Kamal, menegaskan bahwa hambatan tersebut tidak akan menyurutkan semangat mahasiswa.
Menurutnya, pemutaran film ini adalah tanggung jawab moral untuk mengawal isu sosial dan lingkungan.
“Ini bukan sekadar nonton bareng, tapi soal menjaga ruang intelektual agar tetap hidup. Mahasiswa tidak boleh dijauhkan dari isu rakyat dan lingkungan. Kampus harus tetap menjadi rumah bagi gagasan kritis,” tegas Kamal.
Ketua Pelaksana, Muhammad Yasir Setiawan, menambahkan bahwa dinamika perpindahan lokasi ini justru menunjukkan adanya pola ketakutan dan apatisme yang masih menghantui ruang diskusi publik.
Padahal, isu lingkungan yang diangkat sangat relevan dengan kondisi daerah, seperti bencana banjir yang kerap melanda Bandar Lampung.
“Kami menyayangkan adanya hambatan karena ketakutan terkait status ASN pemilik tempat, namun kami bergerak cepat. Kegiatan tetap berjalan karena persoalan lingkungan dan sosial harus terus dikaji secara intelektual dan bermartabat,” ujar Yasir.
BEM Malahayati juga mengapresiasi dukungan pihak kampus yang tetap mengawal kebebasan akademik ini. Mereka berkomitmen menjalankan acara secara tertib dan kondusif sebagai bukti bahwa gerakan mahasiswa tetap hidup melalui jalur edukasi dan diskusi publik yang mencerahkan. (Rilis)






