Pramoedya.id: Merespons peringatan dini BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menginstruksikan aksi “Jumat Bersih” massal di 126 kelurahan dan 20 kecamatan, Jumat (17/4/2026). Langkah taktis ini difokuskan pada pembersihan drainase utama guna meminimalisasi risiko genangan.
Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan penguatan mitigasi konkret pada jalur-jalur air primer dan sekunder yang rawan penyumbatan. Seluruh elemen masyarakat dilibatkan bersama aparatur pemerintah hingga tingkat RT.
“Sesuai arahan Wali Kota, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Fokusnya adalah memastikan saluran air bersih dari sedimen dan sampah agar volume tampung maksimal,” ujar Hendry Satria Jaya.
Hendry, yang juga menjabat sebagai Camat Panjang, menjelaskan bahwa tumpukan sampah sering kali mengurangi kapasitas saluran air hingga 70 persen. Pembersihan ini menjadi langkah mitigasi struktural agar air hujan dapat mengalir optimal ke pembuangan akhir tanpa meluap ke permukiman.
Guna memastikan instruksi berjalan efektif, Wali Kota mewajibkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan untuk mengawasi proses pembersihan. Dokumentasi dan laporan kondisi lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi Satgas Bencana Kota Bandar Lampung dalam mengambil langkah strategis selanjutnya.
“Mitigasi banjir bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan kesiapan saluran dalam menampung lonjakan debit air yang tiba-tiba sesuai prediksi BMKG,” tegas Hendry.
Pemerintah Kota Bandar Lampung turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kesadaran kolektif dengan tidak menjadikan gorong-gorong sebagai tempat pembuangan sampah demi kenyamanan bersama di Kota Tapis Berseri.(*)







