Pramoedya.id: Menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan risiko bencana perkotaan, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiagakan kekuatan penuh dari lima instansi strategis. Seluruh armada dan personel dari dinas-dinas teknis kini diintegrasikan ke dalam satu komando Satuan Tugas (Satgas) Bencana.
Langkah penggabungan kekuatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi penggunaan alat berat, mobil pemadam, hingga personel penyelamat yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Integrasi ini diklaim membuat Bandar Lampung lebih siap menghadapi situasi darurat dalam skala apa pun.
“Alhamdulillah, kita di Bandar Lampung memiliki Satgas yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, DPPT, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PU,” kata Idham dalam keterangannya, (24/2/2026).
Masing-masing dinas membawa spesialisasi dan peralatan khusus ke dalam Satgas. BPBD berperan dalam manajemen krisis, Dinas Pemadam Kebakaran dalam penyelamatan jiwa, sementara Dinas PU dan DPPT menyediakan dukungan infrastruktur serta alat berat. Adapun Dinas Lingkungan Hidup bertugas memastikan pembersihan sisa material pascabencana.
Idham menegaskan bahwa kesolidan armada ini adalah kunci untuk meminimalkan dampak kerugian di tengah masyarakat. Dengan bergabungnya lima pilar instansi ini, cakupan wilayah penanganan bencana menjadi lebih luas dan terorganisir.
“Kami bersinergi menangani setiap laporan bencana yang masuk,” tutur Idham menutup pembicaraan. (*)







