Pramoedya.id: Potensi kenakalan remaja seperti tawuran dan “perang sarung” menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandar Lampung pada malam hari selama bulan Ramadan. Tim Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Sosial telah diterjunkan ke sejumlah lokasi strategis yang sering dijadikan tempat berkumpulnya pemuda usai pelaksanaan salat tarawih.
Ahmad Nurizki Erwandi, Kepala Satpol PP Bandar Lampung, menjelaskan bahwa pihaknya telah membagi kekuatan ke dalam dua regu besar untuk menyisir jalanan utama dan pemukiman padat. Pengawasan ini bersifat preventif guna membubarkan kerumunan remaja yang terindikasi akan melakukan tindakan yang meresahkan warga.
“Petugas mengantisipasi aksi tawuran maupun perang sarung yang kerap terjadi usai salat tarawih. Tim kami bergerak ke sejumlah lokasi yang dianggap rawan untuk mencegah potensi gangguan ketertiban,” ujar Ahmad Nurizki Erwandi.
Fokus pengamanan dialihkan pada jam-jam rawan menjelang tengah malam hingga waktu sahur. “Kami ingin memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga, sehingga tim kami dibagi dalam dua regu besar untuk menyisir titik-titik rawan di Kota Tapis Berseri agar tidak terjadi aksi-aksi kekerasan jalanan,” kata dia. (*)







