Pramoedya.id: Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2025 menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung mencatatkan angka penyebaran HIV tertinggi di Lampung dengan total 119 kasus. Meski secara angka menempati urutan pertama dari 15 kabupaten/kota, otoritas kesehatan setempat menilai hal ini bukanlah situasi darurat, melainkan keberhasilan sistem mitigasi dan pelacakan.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menegaskan bahwa tingginya angka temuan justru menunjukkan bahwa sistem deteksi dini di wilayahnya berjalan sangat efektif. Dengan teridentifikasinya para pengidap, pemerintah dapat segera melakukan intervensi medis sebelum virus menyebar lebih luas.
“Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah ditangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan Kota Bandar Lampung memutus mata rantai penularan,” kata Muhtadi Arsyad Tumenggung.
Ia optimis bahwa transparansi data dan intensitas pelacakan akan membawa Bandar Lampung menuju target eliminasi pada tahun 2030.
“Tingginya angka temuan HIV/AIDS menunjukkan keberhasilan pelacakan, yang mana hal tersebut dapat segera mungkin dimitigasi dan dilakukan pencegahan sejak dini,” tutupnya.(*)







