Pramoedya.id: Tim investigasi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah mengambil sampel air dan sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna diuji di laboratorium. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti keracunan massal yang melanda tiga sekolah di wilayah Kecamatan Kemiling beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab tunggal dari kejadian ini. Tim ahli sedang mendalami berbagai kemungkinan, mulai dari kontaminasi bakteri pada bahan baku hingga kesalahan prosedur dalam pengolahan makanan yang menyebabkan hidangan menjadi tidak layak konsumsi.
“Saat ini kami sudah mengambil sampel air makanan untuk dicek namun belum bisa memastikan mereka keracunan karena apa,” ujar Muhtadi Arsyad Tumenggung di Bandar Lampung, Kamis (13/2/2026).
Penyelidikan mengarah pada dugaan makanan basi atau terkontaminasi selama proses pengolahan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Bisa juga karena penyebab lainnya seperti bahan makanan atau makanan yang sudah diolah karena melewati proses tertentu mengalami tidak layak makan atau basi,” katanya menambahkan.
Hasil uji laboratorium ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan sanksi atau evaluasi menyeluruh terhadap jalannya program MBG di Bandar Lampung. (*)







