Pramoedya.id: Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menginstruksikan Puskesmas Kemiling dan Puskesmas Bringin Raya untuk melakukan pemantauan melekat terhadap kondisi kesehatan ratusan warga sekolah yang diduga keracunan makanan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada penurunan kondisi kesehatan pada korban yang menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.
Selain siswa sekolah dasar, kasus ini juga menyeret 43 siswa SMP Negeri 14 Bandar Lampung yang mengalami gejala serupa di waktu yang sama. Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas setempat karena kondisi fisik yang melemah drastis akibat diare.
“Untuk di SMPN 14 ini 37 orang rawat jalan dan enam orang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas Kemiling,” kata Muhtadi Arsyad Tumenggung.
Muhtadi menegaskan bahwa petugas medis harus proaktif mendatangi para korban guna menjamin proses pemulihan berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan para siswa dan guru yang diduga keracunan MBG ini sehat dan membaik terutama mereka yang rawat jalan. Karena yang rawat inap sudah pasti ditangani oleh dokter di rumah sakit,” ucapnya. Hingga saat ini, tim medis terus bersiaga mengantisipasi adanya laporan tambahan dari warga sekolah lainnya. (*)







