Pramoedya.id: Program pinjaman modal dengan bunga nol persen yang digulirkan Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menemui tantangan dalam tahap realisasi. Meski peminat program ini cukup tinggi, ketatnya persyaratan perbankan membuat mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berguguran di tahap verifikasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandar Lampung, Riana Apriana, mengungkapkan bahwa semula pihaknya mengajukan sekitar 240 pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan permodalan ini. Namun, setelah melalui proses kurasi yang dilakukan pihak perbankan, hanya segelintir yang dinyatakan memenuhi syarat.
“Berdasarkan data kami ada sekitar 18 UMKM yang lolos untuk mendapatkan pinjaman modal dengan bunga nol persen,” kata Riana Apriana di Bandar Lampung, Kamis.
Riana menjelaskan, hambatan utama yang dihadapi para pelaku usaha berkaitan dengan riwayat kredit dan administrasi kependudukan.
“Jadi banyak UMKM yang tidak lolos karena terkendala hasil pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau Klik OJK, serta ada juga yang terkendala perubahan alamat,” ujar dia menambahkan. (*)







