Pramoedya.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memberikan peringatan serius kepada masyarakat pesisir Bandar Lampung terkait potensi banjir rob lanjutan. Peristiwa rob yang terjadi pada Kamis malam (6/11/2025) disebut sebagai bagian dari fase hidrometeorologi basah yang akan berlangsung panjang.

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa musim hujan di Lampung sudah dimulai sejak pertengahan Oktober, dan intensitas curah hujan diperkirakan akan terus terjadi dalam jangka waktu lama.
“Musim hujan di Lampung sudah dimulai sejak dasarian kedua Oktober, tepatnya sekitar 11 Oktober 2025. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan terus terjadi hingga Februari 2026,” jelas Wahyu.
BPBD mengingatkan masyarakat pesisir, terutama di wilayah padat permukiman dan rendah di sekitar Teluk Lampung, untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan kenaikan muka air laut. Kesiapsiagaan ini mencakup pemindahan barang berharga dan koordinasi cepat dengan aparat setempat.
“Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir rob dalam beberapa hari ke depan,” ujar Wahyu Hidayat, memastikan bahwa Pemkot akan terus memantau kenaikan muka air laut secara berkala. (*)







