Pramoedya.id: Meskipun belum satupun Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Pemerintah Kota Bandar Lampung melaporkan bahwa operasional program gizi ini telah berjalan dengan puluhan dapur yang melayani masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) kini fokus pada percepatan pelatihan dan sosialisasi sebagai kunci untuk memenuhi standar higienis.

Foto: Bukan Agus
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengungkapkan data operasional yang cukup tinggi. Dari total 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan, saat ini sudah ada sekitar 50 dapur yang mulai beroperasi.
“Di Bandar Lampung ada sekitar 70 SPPG, dengan sekitar 50 yang sudah beroperasi. Dari jumlah itu, hampir 30 SPPG telah mengikuti pelatihan penjamah makanan dan setiap minggu pelatihan terus kami lakukan,” kata dia.
Muhtadi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi intensif kepada para pengelola SPPG. Sosialisasi ini bertujuan agar pengelola segera mempersiapkan dokumen dan perbaikan fasilitas, sehingga rekomendasi SLHS bisa dikeluarkan.
Ia pun mengatakan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada pengelola SPPG agar segera mempersiapkan dokumen dan perbaikan fasilitas, sehingga rekomendasi SLHS bisa dikeluarkan. Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkot serius dalam memastikan bahwa program gizi berjalan serentak dengan pemenuhan standar kesehatan yang optimal. (*)







