Pramoedya.id: Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan peringatan keras kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menjunjung tinggi etika dan integritas dalam menjalankan tugas pokoknya. Wakil Wali Kota Dedy Amrullah mewanti-wanti agar tidak ada satu pun aparatur yang menyalahgunakan wewenang demi keuntungan pribadi, terutama dalam bentuk praktik pungutan liar di unit-unit pelayanan.
Dedy meminta para pejabat administrator, pengawas, hingga kepala puskesmas untuk menjadi teladan bagi bawahannya dalam hal kedisiplinan dan kejujuran. Pelayanan kepada masyarakat diperintahkan untuk dilakukan secara ramah dan akuntabel, tanpa ada penundaan pekerjaan yang tidak perlu di tempat tugas yang baru.
“Saya tidak ingin ada laporan tentang pelayanan yang lambat atau tidak responsif, apalagi sampai ada praktik penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar di lapangan,” kata Dedy Amrullah dengan nada tegas.
Ia menuntut para pejabat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru tanpa harus melalui masa transisi yang lama.
“Aparatur harus mengedepankan etika dan keteladanan, sehingga citra birokrasi Bandar Lampung sebagai pelayan masyarakat tetap terjaga bersih dan profesional,” imbuhnya saat memberikan pesan khusus pasca-pengambilan sumpah. (*)







