Realisasi PAD Meleset, Pemprov Lampung Terapkan Tunda Bayar

- Editor

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan mengambil langkah tunda bayar di penghujung tahun anggaran 2025. Kebijakan fiskal ini ditempuh setelah realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) gagal mencapai target yang ditetapkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Slamet Riadi, mengungkapkan bahwa dari target PAD sebesar Rp 4,22 triliun, pemerintah daerah hanya mampu merealisasikan Rp 3,37 triliun hingga tutup buku per 31 Desember 2025. Angka ini setara dengan 79,95 persen dari target.

“Secara umum, capaian PAD kita masih berada di bawah target. Beberapa sektor tumbuh positif, namun sektor yang menjadi tulang punggung seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) justru mengalami penurunan signifikan,” kata Slamet melalui pers rilisnya, Sabtu (3/1/2025).

Pajak Kendaraan Jadi Biang Kerok

Berdasarkan data Bapenda, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi titik terlemah dengan realisasi yang hanya mencapai Rp 691,37 miliar atau 42,41 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan komponen pajak lain seperti Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang tembus Rp 861,40 miliar (107 persen) maupun Bea Balik Nama (BBNKB) yang mencapai 113 persen.

Slamet menjelaskan, anjloknya pendapatan dari sektor kendaraan bermotor disebabkan oleh tingginya tunggakan pajak kendaraan yang berusia lebih dari dua tahun. Selain itu, banyak terjadi praktik jual-beli kendaraan yang tidak dilaporkan atau tidak balik nama (jual-putus), serta menurunnya kemampuan bayar masyarakat akibat kondisi ekonomi.

“Walaupun kami sudah melakukan program pemutihan, membuka layanan gerai baru, hingga menggandeng leasing, efeknya belum signifikan,” ujar Slamet.

Dampak pada Keuangan Darah

Kegagalan mencapai target pendapatan ini memaksa Pemprov Lampung melakukan efisiensi ketat.

Slamet menyebut kebijakan tunda bayar diterapkan untuk pembayaran sejumlah kegiatan operasional dan belanja pihak ketiga.

Meski demikian, Slamet memastikan langkah ini diambil demi menjaga stabilitas arus kas daerah sambil menunggu pendapatan masuk di tahun anggaran baru.

“Tunda bayar adalah langkah fiskal yang terukur. Pemerintah tetap menjaga kredibilitas fiskal dan memastikan layanan publik tidak terganggu,” tuturnya.

Untuk memperbaiki kinerja pada 2026, Bapenda Lampung menyiapkan strategi digitalisasi penuh layanan pajak dan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat.

Slamet menegaskan pihaknya mempertimbangkan perombakan kepala UPTD jika kinerja pemungutan pajak di wilayahnya tidak membaik.

“Ini pekerjaan rumah besar. PKB adalah sektor dengan potensi pendapatan sangat besar. Jika digarap optimal, PAD Lampung bisa jauh lebih stabil,” tutup Slamet. (*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Janji Teruskan Aspirasi PMII ke Presiden Prabowo
Bawa Keranda Mati, PMII Tagih Pemprov Lampung Gelar RDPU dalam 2×24 Jam
Sebut Tak Wakili Lampung, Pimpinan Marga Balak Soal Gelar Adat Jokowi
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya
Tekan Biaya Produksi, 220 Petani Lamteng Dilatih Bikin Pupuk Mandiri
Jokowi ke Pringsewu, PSI Sebut Dongkrak Elektabilitas Partai
Kemenag Bandar Lampung Santuni Ratusan Anak Yatim

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:52 WIB

Pemprov Lampung Janji Teruskan Aspirasi PMII ke Presiden Prabowo

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WIB

Bawa Keranda Mati, PMII Tagih Pemprov Lampung Gelar RDPU dalam 2×24 Jam

Senin, 29 Juni 2026 - 13:17 WIB

Sebut Tak Wakili Lampung, Pimpinan Marga Balak Soal Gelar Adat Jokowi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:28 WIB

Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:07 WIB

Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bangun Ketahanan Pangan, GP Ansor Pancasila Tanam 1.000 Bibit Pepaya

Senin, 29 Jun 2026 - 12:07 WIB