Pramoedya.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersiap mengucurkan kelanjutan proyek pembangunan fisik Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Lampung di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, dalam dua pekan ke depan.
Meski proyek fisik masih terus berjalan dan disempurnakan, operasional pelayanan medis bagi hewan peliharaan warga sebenarnya telah resmi dipindahkan dan aktif melayani masyarakat sejak Februari 2026 lalu.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan peninjauan infrastruktur ini dilakukan demi memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta administrasi proyek agar mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menguatkan konsep kesehatan publik terpadu (One Health).
“Kami berharap rumah sakit hewan ini menjadi salah satu sumber PAD yang dapat menunjang pembangunan Provinsi Lampung sekaligus menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia,” ujar Jihan Nurlela saat meninjau calon lokasi pengembangan gedung, Senin (29/6/2026).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mendampingi langsung peninjauan tersebut. Ia merinci, ke depan pihaknya tengah mengusulkan pemisahan kelembagaan menjadi dua UPTD, yakni UPTD RSH dan Laboratorium Kesehatan Hewan, serta UPTD Pengujian dan Pemeriksaan Pakan.
Langkah pemisahan dan peningkatan fasilitas laboratorium ini dirancang agar lima pabrik pakan besar yang ada di Lampung tidak perlu lagi melakukan pengujian ke luar daerah. Jika laboratorium lokal berhasil mengantongi sertifikasi ISO, efisiensi layanan ini dipastikan membuka keran PAD baru yang cukup besar.
Tingginya antusiasme warga juga terlihat dari aktivitas pelayanan harian yang sudah berjalan. Hingga saat ini, RSH Lampung sudah melayani tindakan medis mulai dari rawat jalan, vaksinasi, sterilisasi, pemeriksaan USG, hingga operasi.
“Namun, karena fasilitas gedung rawat inap masih masuk dalam daftar target pembangunan lanjutan, pasien hewan yang telah selesai menjalani tindakan operasi medis untuk sementara waktu harus dibawa pulang oleh pemiliknya dan dipantau secara daring oleh tenaga kesehatan hewan setempat,” tutup Lili. (*)







