Pramoeyda.id: Pemerintah Kota Bandar Lampung mengerahkan Tim Satuan Tugas gabungan untuk mengatasi persoalan drainase yang tersumbat sedimen tebal di wilayah Kecamatan Panjang. Operasi besar-besaran ini melibatkan personel dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, Damkarmat, Satpol PP, hingga DLH yang bekerja sama secara intensif selama beberapa hari terakhir.
Budi Ardianto, Pelaksana Harian Kepala DLH Bandar Lampung, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas dinas menjadi kunci dalam mempercepat normalisasi saluran air di titik-titik rawan. Penggunaan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dikerahkan secara selektif untuk menjangkau lokasi dengan tingkat pendangkalan yang sudah tidak mungkin ditangani secara manual.
“Hari ini tim masih bekerja di Kecamatan Panjang. Kegiatan ini sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga hari karena ketebalan sedimen di lokasi tersebut memang cukup signifikan,” kata Budi Ardianto.
Ia menjelaskan bahwa penempatan alat berat dilakukan secara bergiliran setelah sebelumnya menyelesaikan tugas di wilayah Sukarame dan Kedaton.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas PU agar alat berat digunakan di lokasi yang benar-benar membutuhkan penanganan cepat, sehingga operasional di lapangan menjadi lebih tepat sasaran dan efektif,” jelasnya mengenai manajemen logistik di lapangan. (*)







