Pramoedya.id: Sebelum menggulirkan program vaksinasi massal, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung kini tengah memfokuskan kegiatan pada pendataan dan inventarisasi hewan ternak secara mendalam. Petugas lapangan diterjunkan ke berbagai kecamatan untuk memetakan populasi sapi dan kambing guna memastikan bantuan medis yang diberikan efektif dan efisien.
Dedeh Ernawati Fauzie, Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung, menjelaskan bahwa proses pendataan ini tidak hanya sekadar menghitung jumlah kepala ternak, tetapi juga melakukan pemeriksaan klinis awal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hanya hewan yang benar-benar sehat yang akan menerima suntikan vaksin PMK.
“Kami mendata jumlah ternak yang akan divaksin sekaligus memastikan kondisi kesehatannya. Hingga saat ini, belum ditemukan hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK,” ujar Dedeh Ernawati Fauzie.
Menurut Dedeh, akurasi data sangat penting agar distribusi 500 dosis vaksin tahap pertama ini tidak meleset dari target.
“Inventarisasi sangat penting agar program vaksinasi dapat berjalan tepat sasaran dan efektif, terutama untuk menjaga kualitas serta kesehatan hewan ternak yang akan diperdagangkan menjelang hari besar keagamaan,” tuturnya saat menjelaskan prosedur kerja tim lapangan. (*)







