Pramoedya.id: Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Demokrat, Budiman AS, mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung merespons cepat keluhan masyarakat terkait krisis air bersih. Penurunan pasokan air bersih kian meluas di sejumlah wilayah seiring masuknya musim kemarau.
Budiman menyebut persoalan krisis air menjadi aspirasi paling dominan yang disampaikan warga saat kegiatan reses. Cuaca panas ekstrem dinilai memperparah distribusi air baku ke pemukiman.
“Air itu vital untuk masyarakat, untuk memasak, minum, mencuci, hingga ibadah. Karena itu, pemerintah harus tanggap dan memastikan distribusi air bersih,” kata Budiman, Kamis, 13 Agustus 2026.
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, sebelumnya memperingatkan bahwa fase hidrometeorologi kering berlangsung mulai Mei hingga September 2026. Tekanan ini berampak langsung pada Perumda Air Minum Way Rilau yang mencatat penurunan debit air baku hingga 20 persen di sumber utama seperti Sungai Way Kuripan, Way Betung, dan Way Jernih
Budiman menilai Pemkot Bandar Lampung dan Perumda Way Rilau tidak boleh bersikap pasif dengan sekadar menunggu laporan warga. Ia mendesak adanya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penyiagaan armada tangki air secara masif.
“Jangan sampai masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air baru kemudian ditangani. Langkah antisipasi harus dilakukan sebelum kondisi semakin meluas,” ujar wakil rakyat daerah pemilihan Bandar Lampung tersebut.
Meskipun Perumda Way Rilau dan BPBD telah menyiapkan skema bantuan armada tangki air melalui laporan RT dan lurah, Budiman menegaskan kunci utamanya berada pada kecepatan eksekusi di lapangan agar kebutuhan dasar warga tak terbengkalai. (*)







