Pramoedya.id: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Lampung menjadi motor penggerak hilirisasi sektor peternakan. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam pelantikan pengurus ISPI periode 2026–2031 di Hotel Aston, Sabtu (9/5/2026).
Mirza menekankan bahwa komoditas peternakan dan pakan ternak di Lampung tidak boleh lagi keluar dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, pengolahan di dalam daerah sangat krusial agar nilai tambah ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung.
“Ke depan, kita ingin komoditas tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah. Harus ada pengolahan di daerah agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat kita sendiri,” ujar Mirza.
Lampung saat ini memiliki potensi lahan produktif seluas 3,3 juta hektare dengan produksi jagung melimpah sebagai bahan baku pakan. Mirza menilai, kolaborasi dengan ISPI sangat diperlukan untuk menghadirkan inovasi teknologi dan meningkatkan kapasitas SDM peternak agar mampu bersaing di level nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga memaparkan tren positif ekonomi Lampung. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,58 persen. Selain itu, angka kemiskinan turun dari 10,56 persen menjadi 9,6 persen dalam satu tahun terakhir.
Meski angka makro membaik, Mirza mengakui tantangan distribusi dan investasi industri pengolahan masih besar. Ia berharap ISPI berperan aktif membantu pemerintah mengatasi hambatan tersebut.
“Kita tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi dan keberanian mengubah cara kerja agar Lampung benar-benar menjadi lumbung pangan berdaya saing,” pungkasnya. (*)







