Pramoedya.id: Gerakan Grebek Makam yang diinisiasi Pemerintah Kota Bandar Lampung dipastikan tidak hanya berhenti sebagai aksi seremonial menjelang Ramadan. Berdasarkan arahan Wali Kota, kegiatan pembersihan makam secara gotong royong ini direncanakan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap satu hingga tiga bulan sekali di seluruh wilayah kecamatan.
Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi antara aparat pemerintah, organisasi keagamaan, hingga masyarakat sekitar. Hendri Satria Jaya menegaskan bahwa kunci utama dari terjaganya kebersihan kawasan pemakaman adalah konsistensi dan kepedulian bersama dari seluruh elemen warga yang tinggal di sekitar lokasi TPU.
“Semua elemen kami libatkan. Kolaborasi ini menjadi kunci agar kebersihan makam bisa terjaga secara berkelanjutan dan tidak hanya bersih saat momen tertentu saja,” kata Hendri Satria Jaya.
Hendri menyebut bahwa keterlibatan aktif kepala lingkungan dan perangkat kelurahan sangat krusial dalam menggerakkan warga.
“Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin, dengan pelaksanaan berkala setiap satu hingga tiga bulan sekali, sesuai arahan Wali Kota Bandar Lampung guna memperindah wajah kota secara menyeluruh,” jelasnya mengenai keberlanjutan program tersebut. (*)







