Lampung Bakal Akhiri Tradisi Kirim Ayam Hidup

- Editor

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

epala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti.

epala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti.

Pramoedya.id: Setiap malam, deretan truk pengangkut keranjang ayam riuh melintasi aspal lintas Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni. Di dalamnya, ribuan unggas berhimpitan, menempuh perjalanan panjang menuju piring-piring warga di Jabodetabek.

Namun, pemandangan riuh itu sedang menghitung hari. Di ruang-ruang rapat Pemerintah Provinsi Lampung, sebuah aturan baru tengah digodok untuk menyudahi tradisi pengiriman hewan hidup ini.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti, menyebut langkah ini sebagai sebuah keharusan demi meningkatkan nilai ekonomi daerah. Pihaknya kini sedang sibuk menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mewajibkan seluruh produk unggas yang keluar dari Lampung harus dalam bentuk karkas atau daging beku (frozen meat).

“Kami sedang mengolah Pergubnya agar lebih jelas mengenai larangan menjual unggas keluar daerah dalam bentuk hidup. Jadi nanti dikirim dalam bentuk karkas, tidak lagi dalam bentuk hidup,” ujar Lili saat berbincang mengenai masa depan perunggasan daerah Sai Bumi Ruwa Jurai kepada Pramoedya.id, Jumat (9/1/2026).

Transformasi ini bukan tanpa tantangan, namun Lampung harus bergerak cepat karena Jakarta sebagai pasar utama mulai memperketat aturan masuknya hewan dari luar pulau. Lili menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur pemotongan di dalam daerah akan menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.

“DKI Jakarta sebenarnya sudah memiliki perda yang melarang masuknya hewan hidup dari luar daerah demi higienitas. Mereka maunya menerima dalam bentuk karkas, dan melalui Pergub ini, kita siapkan hilirisasi agar industri pemotongannya justru tumbuh masif di Lampung sendiri,” tambah Lili sembari menekankan bahwa langkah ini akan memberikan nilai tambah bagi peternak lokal. (*)

 

Berita Terkait

Sulton Farid Nahkodai INKINDO Lampung
Tokoh Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia
Inflasi Lampung Terendah, Marindo: Jangan Terlena
Kemendagri Beberkan 26 Temuan di Pemprov Lampung, Sekdaprov: Segera Tindak Lanjut
Jihan Nurlela: Pramuka Mitra Strategis Cetak SDM Unggul
Mirza: Hilirisasi Peternakan Kunci Pasokan Protein dan Program MBG
Marindo: Pendidikan Antikorupsi Harus Ditanamkan Sejak Dini  
Proyek PSEL Lampung Resmi Jadi PSN

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:26 WIB

Sulton Farid Nahkodai INKINDO Lampung

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:04 WIB

Tokoh Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Inflasi Lampung Terendah, Marindo: Jangan Terlena

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Kemendagri Beberkan 26 Temuan di Pemprov Lampung, Sekdaprov: Segera Tindak Lanjut

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:51 WIB

Jihan Nurlela: Pramuka Mitra Strategis Cetak SDM Unggul

Berita Terbaru

Lampung

Sulton Farid Nahkodai INKINDO Lampung

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:26 WIB

Lampung

Tokoh Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lampung

Inflasi Lampung Terendah, Marindo: Jangan Terlena

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Lampung

Jihan Nurlela: Pramuka Mitra Strategis Cetak SDM Unggul

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:51 WIB