Pramoedya.id: Polresta Bandar Lampung menerapkan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau tahun ini. Berbeda dengan pola penindakan konvensional, operasi kali ini mengalokasikan porsi 80 persen untuk langkah preemtif dan preventif, sementara penegakan hukum hanya mendapatkan porsi 20 persen melalui sistem tilang elektronik.
Sekretaris Daerah Bandar Lampung, Iwan Gunawan, memaparkan bahwa penggunaan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan pemberian teguran lisan akan menjadi instrumen utama dalam mendisiplinkan pelanggar. Hal ini dilakukan untuk menghindari sentimen negatif sekaligus memberikan edukasi yang lebih efektif kepada pengguna jalan.
“Dalam pelaksanaannya, operasi ini lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif masing-masing sebesar 40 persen, serta penegakan hukum sebesar 20 persen melalui sistem ETLE,” kata Iwan Gunawan.
Pola ini diharapkan dapat mengubah perilaku pengendara tanpa harus mengandalkan razia fisik secara masif di lapangan.
“Keberhasilan upaya ini memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga selama dua pekan ke depan,” tambahnya menekankan aspek edukasi.(*)







