Pramoedya.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melaporkan tidak ada aktivitas erupsi atau gempa letusan di Gunung Anak Krakatau pada Jumat, 11 September 2026. Berdasarkan hasil pemantauan periode pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, kondisi gunung api di Selat Sunda tersebut relatif terkendali.
Pengamatan atmosfer hingga ketinggian 20.000 kaki menunjukkan arah angin bertiup ke barat hingga barat laut dengan kecepatan lemah hingga sedang. Pemantauan citra satelit Himawari-9 milik BMKG juga tak mendeteksi adanya sebaran abu vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama BPBD Lampung terus memperketat pengawasan guna mengantisipasi potensi eskalasi vulkanik.
Di tengah pemantauan aktivitas vulkanik, warga di beberapa kawasan Kota Bandar Lampung—seperti Jagabaya, Sukabumi, dan Rajabasa—menerima berkah dengan turunnya hujan deras.
Presipitasi ini terjadi tepat sehari setelah jajaran Pemprov Lampung, Forkopimda, dan masyarakat menggelar Shalat Istisqa di Lapangan Korpri Kompleks Kantor Gubernur pada Kamis, 10 September 2026.
Curah hujan tersebut membantu membasuh sisa abu vulkanik di udara sekaligus menambah pasokan air bersih warga yang sempat terdampak kekeringan.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan laporan berkala kondisi Gunung Anak Krakatau akan disalurkan secara transparan melalui kanal resmi BPBD Lampung (@bpbdlampung). Konferensi pers darurat bakal digelar jika terjadi eskalasi signifikan.
Pemprov meminta warga pesisir dan masyarakat umum tidak mudah terhasut isu liar atau informasi hoaks yang memicu kepanikan. Publik diimbau hanya memegang konfirmasi resmi dari lembaga berwenang. (*)







