Dugaan “Pabrik Skripsi” An-Nur Lampung Dilapor ke DPRI

- Editor

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramoedya.id: Aksi unjuk rasa digelar oleh Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (Formmasi) bersama Jaringan Monitor Keuangan Negara (JMKN) di depan Kantor DPR RI, Senin (20/4/2026). Puluhan massa aksi yang terdiri dari pemuda dan mahasiswa turun ke jalan, menuntut pembongkaran dugaan praktik “pabrik skripsi” di Universitas Islam An-Nur Lampung yang dinilai telah merusak integritas pendidikan tinggi.

Dalam orasinya, Ketua Umum Formmasi, Sapriyansah, menegaskan bahwa praktik tersebut bukan lagi sekadar penyimpangan administratif, melainkan telah mengarah pada komersialisasi gelar akademik secara sistematis.

“Kami menemukan indikasi kuat bahwa jasa pembuatan skripsi ini dikelola secara terorganisir dengan tarif Rp4,5 juta per mahasiswa. Ini bukan lagi bantuan akademik, tapi praktik yang merusak standar pendidikan nasional,” tegasnya.

Sapriyansah juga mendesak DPR RI, khususnya Komisi VIII dan Komisi X, untuk segera mengambil langkah konkret dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut.
Senada dengan itu, Koordinator JMKN, Dapid Novian, menyatakan bahwa persoalan ini tidak bisa ditangani secara parsial karena melibatkan dua otoritas kementerian sekaligus.

Ia menilai, DPR perlu membentuk mekanisme khusus agar penanganan kasus berjalan menyeluruh dan tidak berhenti di level wacana.

“Persoalan ini menyangkut kewenangan Kementerian Agama dan Kemendikbudristek. Maka kami mendorong pembentukan pansus atau panja gabungan agar pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Secara tidak langsung, Dapid juga menekankan bahwa jika dugaan tersebut terbukti, maka seluruh proses kelulusan yang bermasalah harus ditinjau ulang, termasuk kemungkinan pembatalan ijazah yang dinilai cacat hukum.

Lima Tuntutan Utama

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama kepada DPR RI:

Mendesak pembentukan pansus atau panja gabungan DPR RI untuk menyelidiki dugaan praktik “pabrik skripsi”.

Mendesak audit menyeluruh serta pembatalan ijazah yang cacat hukum.

Menuntut pencabutan izin operasional kampus jika terbukti melakukan pelanggaran sistemik.

Mendesak penindakan tegas terhadap aktor komersialisasi skripsi.

Mendorong aparat penegak hukum untuk mempidanakan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan praktik tersebut.

Aksi Berlanjut ke Kemenag

Massa aksi juga menyatakan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti di DPR RI. Dalam waktu dekat, mereka berencana melanjutkan unjuk rasa ke Kantor Kementerian Agama RI guna mendesak audit dan tindakan langsung terhadap institusi pendidikan yang berada di bawah kewenangan kementerian tersebut.

Tekanan Publik Menguat

Aksi ini menjadi lanjutan dari mencuatnya dugaan praktik penyediaan skripsi berbayar yang melibatkan ribuan mahasiswa dengan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah.

Tekanan publik pun semakin menguat, seiring belum adanya tanggapan resmi dari pihak Universitas Islam An-Nur Lampung atas upaya konfirmasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Massa aksi menilai, jika praktik ini tidak segera ditindak, maka dampaknya tidak hanya merugikan mahasiswa, tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia secara lebih luas.(*)

Berita Terkait

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK
Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID
Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi
Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan
Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi
Persiapan Porwanas 2027, Tim Minisoccer PWI Lampung Patok Target Lolos Final
Sentil Layanan RSUD Abdul Moeloek, Gubernur Lampung Minta Pasien Tak Lagi Diabaikan
Diduga Gelapkan Uang Investasi Rp4,6 Miliar, Anggota DPR Komisi III Fraksi PKB dilaporkan ke MKD

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:33 WIB

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 September 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 September 2026 - 18:23 WIB

Peringati HUT ke-81 PMI, Batin Wulan Dorong Penguatan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Apel Pramuka ke-65, Dorong Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Berita Terbaru

Bandarlampung

FORMMASI Laporkan Dugaan Korupsi PU Balam Senilai Miliaran ke KPK

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID

Kamis, 24 Sep 2026 - 18:26 WIB

Foto: Ist

Bandarlampung

Dua Calon Ketua SMSI Bandar Lampung Siap Beradu Visi Misi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:03 WIB