Pramoedya.id: Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berupaya meningkatkan kelas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pengembangan kemasan produk. Dinas Koperasi dan UKM menyediakan layanan pembuatan kemasan dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar guna membantu para pelaku usaha rintisan memiliki identitas visual yang lebih menarik.
Program yang diinisiasi oleh Wali Kota Eva Dwiana ini sebelumnya telah memberikan layanan gratis bagi 39 UMKM pendaftar pertama. Kini, layanan tersebut dikembangkan menjadi skema subsidi yang memungkinkan pelaku usaha memesan kemasan dalam jumlah kecil, sebuah kebijakan yang jarang ditemukan di daerah lain yang biasanya mensyaratkan pesanan dalam jumlah besar.
“Jika di beberapa daerah lain pemesanan kemasan umumnya harus dalam jumlah besar, di Bandar Lampung pelaku usaha dapat memesan mulai dari 50 unit saja,” ujar Riana Apriana.
Langkah ini diambil agar pelaku usaha yang masih dalam tahap uji coba produk tidak terbebani modal besar untuk urusan kemasan.
“Program ini bertujuan membantu pelaku usaha, terutama yang baru merintis, agar memiliki kemasan yang lebih menarik dan meningkatkan daya saing produk di pasaran,” tuturnya menjelaskan visi program tersebut. (*)







