DLH Bandar Lampung Bungkam Soal Kejanggalan Pengadaan Bibit Tanaman 2025

- Editor

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Pramoedya.id: Dugaan kejanggalan dalam pengadaan bibit tanaman di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2025 mulai mencuat. Paket pengadaan tersebut tercatat memiliki nilai anggaran sebesar Rp332 juta.

Dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP), kegiatan tersebut hanya dicantumkan dengan volume 1 paket tanpa rincian jumlah masing-masing jenis tanaman yang akan dibeli. Padahal, paket itu disebut mencakup berbagai jenis tanaman, seperti cemara udang, pohon pule ukuran 2 meter, palem kuning ukuran 1 meter, tunbergia putih, tabebuya ukuran 2 meter, melati Belanda, sambang darah ukuran 20–30 cm, rumput Australia, bunga asoka, pohon anting putri, pakis-pakisan, pancur emas ukuran 20–30 cm, hingga bougenville.

Tidak adanya rincian jumlah setiap jenis tanaman dalam dokumen perencanaan menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran dalam paket tersebut.

Sejumlah pihak juga mempertanyakan apakah DLH Kota Bandar Lampung memiliki dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis yang memuat jumlah tanaman beserta harga satuannya.
Selain soal perencanaan, proses pelaksanaan pengadaan juga menjadi sorotan.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai perusahaan mana yang menjadi penyedia dalam paket tersebut serta metode pengadaan yang digunakan.

Seorang sumber yang mengetahui kegiatan tersebut, mengatakan bahwa pengadaan dikerjakan langsung oleh pihak dinas dengan menggunakan perusahaan pinjaman.

“Dikerjakan sendiri kegiatannya,” ujar sumber tersebut.

Sumber yang sama juga menyebut bahwa nilai pembelian bibit tanaman di lapangan diduga tidak mencapai Rp100 juta, jauh di bawah nilai paket yang tercatat sebesar Rp332 juta.

Untuk memastikan informasi tersebut, tim telah mencoba meminta klarifikasi kepada Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Budi Ardiyanto.

Konfirmasi telah disampaikan kepada yang bersangkutan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (12/3/2025). Namun hingga berita ini ditulis, Budi Ardiyanto belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.(*)

Berita Terkait

Banjir Kembali Telan Nyawa, Eva Diultimatum Mahasiswa Mundur
Cuaca Ekstrem Terjang Balam, Tim Terpadu Tangani Pohon Tumbang hingga Longsor
Cuaca Ekstrem Diprediksi Bertahan Hingga Bulan Depan, Warga Balam Diminta Siaga
Tanah Longsor Terjang Teluk Betung Timur, BPBD Balam Prioritaskan Evakuasi Material
Tanggulangi Dampak Badai, Pemkot BalamTerjunkan Sinergi Tim Lintas Dinas
Tak Hanya Pedagang, Satpol PP Balam Minta Pembeli Takjil Tak Parkir Sembarangan
Satpol PP Balam Siapkan Tindakan Langsung Bagi Pedagang Takjil yang Picu Kesemrawutan
Kawasan Pasir Gintung dan Bambu Kuning Jadi Prioritas Pengawasan Lapak Takjil Balam

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:06 WIB

DLH Bandar Lampung Bungkam Soal Kejanggalan Pengadaan Bibit Tanaman 2025

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:56 WIB

Banjir Kembali Telan Nyawa, Eva Diultimatum Mahasiswa Mundur

Senin, 23 Februari 2026 - 12:55 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Balam, Tim Terpadu Tangani Pohon Tumbang hingga Longsor

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:02 WIB

Cuaca Ekstrem Diprediksi Bertahan Hingga Bulan Depan, Warga Balam Diminta Siaga

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:00 WIB

Tanah Longsor Terjang Teluk Betung Timur, BPBD Balam Prioritaskan Evakuasi Material

Berita Terbaru

Pendidikan

Dosen UIN Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae

Rabu, 11 Mar 2026 - 21:37 WIB

Foto: Ilustrasi

Perspektif

Di Tengah Kesibukan MBG, Jakarta Menyeru Perdamaian Dunia

Selasa, 10 Mar 2026 - 12:03 WIB

Pendidikan

Karama XV UIN Lampung Resmi Ditutup pada Malam Nuzulul Quran

Minggu, 8 Mar 2026 - 00:55 WIB